JawaPos.com - Fenomena langit yang tidak biasa baru saja menggegerkan warga Jonggol, Kabupaten Bogor. Sebuah rekaman video memperlihatkan gumpalan awan yang memancarkan warna-warni indah layaknya pelangi, memicu spekulasi mengenai potensi cuaca ekstrem di wilayah tersebut.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pun buka suara mengenai fenomena unik tersebut agar tidak terjadi kesalahpahaman di masyarakat.
Meskipun terlihat magis, BMKG memastikan bahwa penampakan ini adalah peristiwa optik atmosfer yang lumrah terjadi. Warna-warni tersebut muncul akibat interaksi antara sinar matahari dengan partikel air di langit.
Baca Juga: Presiden Prabowo Siap Pasang Badan Bela Pekerja yang Terancam Di-PHK: Jangan Khawatir!
Pelaksana Harian (Plh) Direktur Meteorologi Publik BMKG Ida Pramuwardani menjelaskan, posisi matahari dan kondisi awan saat itu memegang peranan kunci.
"Fenomena yang terlihat pada video tersebut merupakan peristiwa yang umum terjadi dalam atmosfer dan berkaitan dengan optik atmosfer. Warna pelangi muncul karena cahaya Matahari berinteraksi dengan butir-butir air di udara, baik dari sisa hujan maupun hujan yang sedang terjadi di sisi lain wilayah Sentul seperti pada video tersbut," ujar Ida kepada JawaPos.com, Sabtu (2/5).
Mengapa Bentuknya Tidak Menyerupai Pelangi Biasa?
Baca Juga: 5 Kebiasaan Sederhana yang Dapat Mengurangi Beban Pikiran Saat Depresi Melanda Tanpa Sebab
Banyak warga bertanya-tanya mengapa pelangi tersebut tidak berbentuk lengkungan sempurna, melainkan tampak menyatu dengan gumpalan awan. Ternyata, ada jenis awan tertentu yang sedang tumbuh di lokasi tersebut.
Ida menyebutkan adanya awan towering cumulus yang menjadi "penghalang" sehingga pelangi terlihat seolah-olah menyatu di dalam awan.
"Pada saat yang sama, tampak adanya awan towering cumulus yang dapat menutupi sebagian pelangi, sehingga bentuknya terlihat tidak utuh atau tampak seperti 'awan pelangi'," tambahnya.
Apakah Menjadi Tanda Akan Datang Badai?
Meski sering dikaitkan dengan pertanda buruk oleh sebagian orang, BMKG menegaskan bahwa fenomena ini bukanlah sinyal akan datangnya badai besar. Namun, masyarakat memang perlu waspada terhadap potensi hujan di area sekitar.
Adanya penampakan ini menandakan bahwa atmosfer sedang aktif membentuk awan-awan hujan secara lokal.
"Fenomena ini bukan tanda langsung akan terjadi badai, melainkan menunjukkan adanya proses pertumbuhan awan konvektif dan kemungkinan hujan lokal di sekitar wilayah tersebut, meskipun titik pengamat masih dalam kondisi cerah atau belum mengalami hujan," imbuh Ida.