← Beranda
Siap-Siap! BMKG Ungkap Jakarta Masuk Musim Kemarau Mulai Mei 2026
Ryandi ZahdomoRabu, 29 April 2026 | 04.23 WIB
Orang sedang menyebrang di JPO hindari teriknya panas Jakarta. (Hanung Hambara/Jawa Pos)

 

JawaPos.com - Jakarta tengah merasakan suhu udara yang cukup terik belakangan ini. Cuaca panas menyengat ini membuat banyak masyarakat bertanya-tanya, kapan sebenarnya musim kemarau akan dimulai?

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) akhirnya memberikan penjelasan mengenai fenomena cuaca panas yang terjadi serta prediksi kapan musim kemarau akan resmi menyapa wilayah Jakarta.

Plt Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Andri Ramdhani mengungkap, cuaca panas yang terasa saat ini merupakan sinyal transisi cuaca. BMKG memastikan bahwa wilayah Jakarta akan segera memasuki musim kemarau dalam waktu dekat.

"Kondisi ini merupakan pertanda masa transisi menuju musim kemarau. Untuk wilayah Jakarta sendiri, BMKG memprediksi musim kemarau baru akan dimulai secara resmi pada bulan Mei 2026," ujarnya kepada JawaPos.com, Selasa (28/4).

Baca Juga: Kenapa Indonesia Panas Banget Belakang Ini? BMKG Ungkap Penyebab Suhu Terik April 2026

Dengan prediksi tersebut, warga Jakarta diimbau untuk lebih waspada terhadap potensi suhu ekstrem yang mungkin terjadi menjelang peralihan musim. Pastikan untuk selalu sedia air minum dan meminimalisir aktivitas di bawah terik matahari langsung jika tidak mendesak.

"Masyarakat disarankan untuk menjaga kesehatan tubuh dan kecukupan cairan selama beraktivitas di luar ruangan pada siang hari," terangnya.

Mengapa Suhu Udara Terasa Begitu Panas?

Fenomena suhu udara yang tinggi ternyata bukan hanya terjadi di Jakarta, melainkan hampir di seluruh wilayah Indonesia. Kondisi ini telah terpantau sejak pertengahan April 2026.

"Berdasarkan hasil pengamatan BMKG, Suhu maksimum harian signifikan tercatat di wilayah Kalimantan Barat (37.0°C), Sumatra Utara (36.3°C), Sulawesi Tengah (36.2°C), Banten (36.0°C), Kalimantan Tengah (36.0°C), Bengkulu (35.8°C), Lampung (35.5°C), dan Kalimantan Selatan (35.3 °C)," papar Andri.

Menurut Andri, ada beberapa faktor teknis yang memicu cuaca terik saat ini. Pertama, posisi semu matahari saat ini berada di sekitar lintang khatulistiwa bagian utara, yang menyebabkan intensitas sinar matahari sangat kuat.

Selain itu, langit yang cenderung bersih tanpa tutupan awan membuat panas matahari langsung menyentuh permukaan bumi tanpa hambatan.

Ditambah lagi, adanya dominasi angin timuran dari Australia yang bersifat kering turut menekan pembentukan awan di wilayah selatan khatulistiwa.

EDITOR: Dony Lesmana Eko Putra