← Beranda
Diawali Insiden Taksi SM Green, Ini 6 Fakta Kecelakaan KRL Cikarang vs Kereta Api Jarak Jauh Argo Bromo Anggrek
Syahrul YunizarSelasa, 28 April 2026 | 22.40 WIB
Petugas mengevakuasi gerbong KRL Commuterline yang tabrakan dengan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (28/4/2026). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

 

JawaPos.com  - Kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur pada Senin malam (27/4) terjadi berturut-turut. Sebelum Kereta Api Jarak Jauh Argo Bromo Anggrek menabrak KRL lintas Cikarang, terjadi kecelakaan lain yang melibatkan KRL Cikarang arah Bekasi. Commuter Line tersebut tertemper taksi listrik dari SM Green. Insiden itu mengawali kecelakaan mengerikan yang telah merenggut 15 nyawa. 

1. Diawali Insiden Taksi Listrik SM Green
Fakta-fakta itu terungkap setelah instansi terkait seperti Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan PT KAI mengurut peristiwa berdarah tersebut. Merujuk keterangan yang disampaikan oleh Kemenhub, kecelakaan melibatkan taksi listrik SM Green terjadi tepat di atas perlintasan sebidang pada Jalur Perlintasan Langsung 85 di wilayah Bulak Kapal.

Saat melintasi perlintasan tersebut, taksi listrik itu mendadak berhenti. Berdasar pengakuan sopir yang sudah viral di media sosial, kendaraan tersebut mendadak mati dan tidak bisa dioperasikan. Detik-detik kecelakaan antara KRL dengan taksi listrik itu pun terekam oleh kamera warganet. Tampak kendaraan berwarna hijau menyala tersebut terseret cukup jauh.

Insiden itu tidak hanya mengganggu operasional KRL dan kereta mengarah Bekasi. Melainkan turut berpengaruh pada perjalanan KRL dan kereta pada jalur sebaliknya. Petugas memberhentikan satu rangkaian KRL dengan kode PLB 5568 yang mengarah ke Cikarang di peron Stasiun Bekasi Timur. Itu dilakukan karena jalur tidak dapat dilalui. 

2. Kereta Api Jarak Jauh Menabrak Ujung KRI di Stasiun Bekasi Timur
Persis pukul 20.52 WIB, kecelakaan yang melibatkan Kereta Api Jarak Jauh Argo Bromo Anggrek terjadi. Kereta yang membawa penumpang dari Stasiun Gambir menuju Stasiun Surabaya Pasar Turi itu dengan keras menabrak KRL yang tengah berhenti di peron Stasiun Bekasi Timur. Lokomotif kereta tersebut bahkan masuk sampai ke gerbong khusus perempuan. Korban pun berjatuhan.

”Meninggal (dunia pasca kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur) 15 orang, total (korban) 91 orang,” ungkap Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto pada Selasa sore (28/4).

Angka itu merupakan data terbaru yang diperoleh dari petugas di lapangan. Sebelumnya jumlah korban meninggal dunia sempat dilaporkan sebanyak 7 orang pada pagi hari, kemudian bertambah menjadi 14 orang, dan kini bertambah lagi menjadi 15 orang. Kombes Budi pun merinci belasan korban meninggal dunia itu telah dievakuasi ke beberapa rumah sakit.

3. 15 Korban Meninggal Dunia dan Puluhan Korban Luka-Luka
Yakni sebanyak 10 jenazah dibawa ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati, 3 jenazah di RSUD Bekasi, 1 jenazah di Rumah Sakit Bella, dan 1 jenazah lainnya di Rumah Sakit Mitra Keluarga. Sementara jumlah keseluruhan korban luka-luka sebanyak 76 orang. Pemerintah maupun PT KAI telah meminta semua korban ditangani dengan sebaik-baiknya. 

4. Rumah Sakit Polri Kramat Jati Dirikan Posko Antemortem
Karodokpol Pusdokkes Polri Brigjen Pol Nyoman Eddy Purnama Wirawan menyampaikan bahwa Posko Antemortem sudah didirikan. Di posko tersebut pihaknya akan menerima data antemortem yang bisa dicocokan dengan data postmortem pada jenazah korban. Dengan mendirikan posko, pihaknya berharap proses identifikasi dapat berjalan cepat. 

”Kami sudah siapkan untuk posko yang bisa menerima keluarga yang merasa kehilangan. Nanti kami siapkan tempatnya, Posko Antemortem. Kemudian juga kami melaksanakan kegiatan di postmortem di sini. Kemudian nanti akan kami rekonsiliasi sebagaimana biasa,” kata dia.

Meski sudah ada 10 jenazah yang dibawa ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati, bukan tidak mungkin angkanya kembali bertambah. Mengingat proses penyisiran di lokasi kecelakaan masih terus dilakukan. Brigjen Nyoman menyebutkan bahwa pihaknya akan menerima dan mengidentifikasi setiap jenazah atau kantong jenazah yang dibawa oleh petugas dari lokasi kecelakaan.

”Saya kira rekan-rekan kami di sana, di TKP, masih berusaha untuk menyisir lagi. Kami tetap menunggu sampai kemudian dinyatakan, sementara kami juga akan persiapan di sini,” ujarnya. 

5. Seluruh Korban Perempuan
Tim SAR Gabungan memastikan bahwa seluruh korban kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur pada Senin malam (27/4) adalah perempuan. Tidak ada satu pun korban laki-laki dalam kecelakaan yang melibatkan KRL Commuter Line vs Kereta Api Jarak Jauh Argo Bromo Anggrek tersebut. 

”Yang kami evakuasi 100 persen perempuan,” kata Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Muhammad Syafii saat ditanyai oleh awak media pada Selasa (28/4). 

Data itu selaras dengan laporan yang bersumber dari lapangan. Bahwa kereta api jarak jauh menabrak gerbong ujung KRL yang dikhususkan bagi penumpang perempuan. Saking kerasnya benturan, lokomotif kereta api tersebut menghancurkan hingga masuk ke dalam gerbong. 

Sesuai dengan prosedur yang berlaku, Tim SAR Gabungan menyerahkan korban yang berhasil dievakuasi kepada tim medis. Korban selamat sebagian besar dibawa ke rumah sakit di sekitar lokasi kecelakaan seperti RSUD Kota Bekasi. Sementara jenazah korban meninggal dunia dibawa ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati. 

”Kita sama-sama melihat bahwa lokomotif bisa sampai masuk ke satu gerbong commuter. Dari situlah sebenarnya adanya korban, baik itu yang kami evakuasi dalam kondisi meninggal hampir semuanya karena terjepit, begitu juga 5 korban yang kami evakuasi dalam kondisi selamat,” ucap Syafii.

6. Evakuasi 5 Korban Selamat Butuh Waktu Belasan Jam 
Menurut Syafii, kondisi itu yang membuat Tim SAR Gabungan kesulitan hingga butuh waktu belasan jam sampai proses evakuasi selesai dilakukan. Dia bersyukur evakuasi dapat dituntaskan dengan tetap menjaga keselamatan 5 korban yang terjepit di dalam gerbong KRL.

”Alhamdulillah atas kerja sama dari seluruh unsur, bahwa operasi SAR bisa kami laksanakan sesuai dengan yang kita harapkan. Dan tadi pagi pukul 08:00 WIB sudah selesai, seluruh Tim SAR kami kembalikan ke home base masing-masing,” ujarnya.

Berdasar laporan yang tercatat dari jam ke jam, korban pertama berhasil dievakuasi oleh Tim SAR Gabungan pada pukul 02.42 WIB dalam keadaan meninggal dunia. Jenazah korban langsung dievakuasi ke rumah sakit untuk diidentifikasi oleh petugas medis.

Pada pukul 04.17 WIB, seorang korban selamat atas nama Nurul (26) berhasil dievakuasi dan dirujuk ke RSUD Kota Bekasi. Proses evakuasi kemudian berlanjut sampai pada pukul 05.49 WIB petugas berhasil menyelamatkan korban atas nama Ata (30).

Kemudian pada pukul 05.59 WIB seorang korban kembali ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan langsung dievakuasi ke rumah sakit. Tidak berselang lama, pada pukul 06.25 WIB tim berhasil menyelamatkan Mia (26) dan pada pukul 06.55 WIB korban selamat atas nama Siti Fatonah (47) berhasil dikeluarkan.

Baca Juga: Pasca Tragedi Kecelakaan Kereta di Bekasi, 7 Keluarga Korban Lapor ke POS DVI RS Polri

Tidak berhenti sampai di situ, evakuasi yang berlangsung lebih dari 10 jam kembali membuahkan hasil. Pada pukul 07.25 WIB, seorang korban selamat lainnya atas nama Endang Kuswati (40) juga berhasil dievakuasi dan segera mendapatkan penanganan medis.

”Saya sampaikan bahwa saya pastikan sudah tidak ada korban yang kami temukan,” kata dia.

EDITOR: Kuswandi