← Beranda
MenPPPA Usul Gerbong KRL Perempuan Dipindah ke Tengah Imbas Laka Kereta di Stasiun Bekasi Timur
Tazkia Royyan HikmatiarSelasa, 28 April 2026 | 20.06 WIB
Petugas mengevakuasi gerbong KRL Commuterline yang tabrakan dengan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (28/4/2026). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
 

JawaPos.com - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI Arifah Fauzi, mengusulkan penempatan gerbong khusus perempuan pada KRL dipindah ke bagian tengah rangkaian. Usulan ini muncul setelah insiden kecelakaan kereta antara Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur.

Arifah menyampaikan, perubahan posisi gerbong perempuan dinilai penting untuk meningkatkan aspek keselamatan penumpang, khususnya perempuan, berdasarkan evaluasi awal dari kejadian tersebut.

“Kalau tadi kita ngobrol dengan KAI, kenapa ditaruh di paling depan atau paling belakang supaya tidak terjadi rebutan. Tapi dengan peristiwa ini, kita mengusulkan kalau bisa yang perempuan itu ditaruh di tengah,” katanya kepada wartawan di RSUD Bekasi, Selasa (28/4).

Dengan menempatkan gerbong perempuan di tengah, ia menyebut bahwa gerbong di bagian depan dan belakang dapat diisi oleh penumpang laki-laki. Skema ini diharapkan dapat meminimalkan risiko jika terjadi insiden serupa di kemudian hari.

“Jadi yang laki-laki di ujung, yang depan belakang itu laki-laki, jadi yang perempuan di tengah,” pungkas Arifah.

Sebelumnya, kecelakaan kereta terjadi di Stasiun Bekasi Timur antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL pada Senin malam (27/4). Insiden itu dilaporkan terjadi sekitar pukul 21.00 WIB.

Salah satu informasi yang diterima oleh awak media menyebutkan bahwa kecelakaan tersebut melibatkan KRL atau commuter line lintas Bekasi dan kereta api jarak jauh. Dari berbagai foto dan video yang beredar, tampak beberapa gerbong hancur dan evakuasi korban masih berlangsung.

”Info lintas Daop 1 Jakarta: Terima info JPL 85 PLB 5181 tertemper mobil. Kemudian ka 4 melintas langsung Bekasi oleh PPKP sudah diinstruksikan untuk berhati-hati dikarenakan di jalur hilir terjadi temperan dan didepannya PLB 5568a,” bunyi informasi tersebut.

Baca Juga: Tak Ada Laki-Laki, Korban KRL vs Kereta Api Argo Bromo Anggrek 100 Persen Perempuan

Namun demikian, kecelakaan tidak terhindarkan. KRL yang tengah berhenti karena menemper mobil diseruduk dari belakang oleh kereta jarak jauh. Kecelakaan itu mengakibatkan bagian ujung belakang KRL hancur.

EDITOR: Kuswandi