JawaPos.com – Komisi V DPR RI menyampaikan keprihatinan sekaligus duka cita mendalam atas kecelakaan kereta api yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, pada Senin malam (27/4).
Ketua Komisi V DPR, Lasarus, menyampaikan belasungkawa kepada para korban. Ia juga meminta petugas di lapangan memastikan proses evakuasi dan penanganan korban berjalan optimal.
“Selaku pimpinan Komisi V DPR, kami turut berduka cita yang mendalam. Semoga keluarga korban diberi kekuatan dan ketabahan. Kepada petugas di lapangan, kami minta agar penanganan korban diprioritaskan secara maksimal,” kata Lasarus kepada wartawan, Selasa (28/4).
Lasarus mendesak pemerintah segera menuntaskan persoalan perlintasan sebidang yang hingga kini masih menjadi salah satu penyebab utama kecelakaan kereta api di Indonesia.
Ia menegaskan, Komisi V DPR telah berulang kali mengingatkan pemerintah melalui PT Kereta Api Indonesia (KAI) dan Kementerian Perhubungan untuk menangani persoalan tersebut. Namun, hingga saat ini masih terdapat ribuan perlintasan yang belum tertangani dengan baik.
“Kami minta pemerintah segera menyelesaikan darurat perlintasan sebidang. Sudah bertahun-tahun kami ingatkan, tetapi hingga kini masih banyak yang belum tertangani,” tegasnya.
Lasarus juga mengingatkan bahwa jalur kereta api seharusnya steril dari hambatan. Jika persoalan ini terus diabaikan, potensi kecelakaan akan tetap tinggi.
“Di banyak negara, jalur kereta api itu bersih dan bebas hambatan. Jika perlintasan sebidang tidak segera ditangani, maka potensi kecelakaan akan terus terjadi,” cetusnya.
Berdasarkan data KAI, pada 2024 terdapat 3.896 perlintasan sebidang, terdiri dari 2.803 perlintasan terdaftar dan 1.093 tidak terdaftar. Dari jumlah tersebut, 1.832 perlintasan telah dijaga, sementara 971 belum dijaga.
Memasuki 2025, jumlah tersebut menurun menjadi 3.703 titik, dengan 2.776 perlintasan terdaftar dan 927 tidak terdaftar. Hingga Desember 2025, sebanyak 1.864 perlintasan telah dijaga, sedangkan 912 lainnya masih belum dijaga.
Diketahui, kecelakaan terjadi antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur. Insiden ini mengakibatkan sejumlah korban meninggal dunia dan puluhan lainnya mengalami luka-luka.
Baca Juga: Rumah Sakit Polri Terima 10 Jenazah Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur
Peristiwa ini diduga bermula dari sebuah mobil taksi listrik yang tertabrak KRL di perlintasan. Setelah rangkaian tersebut dievakuasi, kecelakaan lanjutan terjadi ketika KRL tujuan Jakarta–Cikarang sedang berhenti di stasiun. Pada saat yang sama, KA Argo Bromo Anggrek jurusan Surabaya menabrak rangkaian KRL tersebut pada Senin (27/4) malam.