← Beranda
Tragedi PRT Lompat dari Lantai 4 di Tanah Abang, Muncul Dugaan Majikan Bertindak Sadis
Ryandi ZahdomoJumat, 24 April 2026 | 18.02 WIB
Ilustrasi Jenazah

 

JawaPos.com – Suasana di kawasan Benhil, Tanah Abang, Jakarta Pusat mendadak mencekam pada Rabu (22/4) malam. Dua orang Pekerja Rumah Tangga (PRT) diduga nekat melompat dari lantai 4 sebuah rumah kos di Jalan Walahar Buntu. Insiden ini mengakibatkan satu korban meninggal dunia dan satu lainnya mengalami luka serius.

Kejadian yang berlangsung sekira pukul 23.00 WIB ini sontak memicu perhatian warga sekitar. Korban berinisial D, 18, dinyatakan meninggal dunia di RSAL Mintohardjo, sementara korban berinisial R, 30, kini masih menjalani perawatan intensif akibat patah tulang.

Ketua RW 02 Benhil, Syahrudin, mengungkapkan bahwa saat dirinya tiba di lokasi pukul 23.30 WIB, warga sudah ramai mengerumuni korban yang tergeletak di jalanan.

"Kalau kronologi persis, saya nggak tahu. Karena saya tiba di lokasi, korban sudah tergeletak dan warga sudah ramai," ujar Syahrudin. 

Baca Juga: Wiranto, Andika Perkasa, Dudung Abdurachman, Hingga Gatot Nurmantyo Datangi Kantor Kemhan, Ada Apa?

Menurut kesaksian warga, kedua korban ditemukan dalam kondisi masih bernyawa meski mengalami cedera parah akibat jatuh dari ketinggian. Warga setempat yang melihat kejadian tersebut bergerak cepat menelepon ambulans darurat untuk mengevakuasi korban ke rumah sakit.

Polisi Dalami Dugaan Motif Pelarian

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Heri Saputra menuturkan, pihaknya sedang mendalami motif di balik aksi nekat tersebut. Dugaan awal, kedua korban mencoba melarikan diri dari tempat mereka bekerja.

"Kejadian di Mulya Residence 2, Jalan Walahar Buntu, Nomor 32," ungkapnya.

Terkait desas-desus mengenai perlakuan majikan yang disebut "sadis" atau adanya tindakan penyekapan, pihak kepolisian belum bisa memberikan kesimpulan final.

"Saya belum bisa kasih keterangan itu karena keterangannya belum saya dapatkan," tegas Roby.

Ia juga menambahkan, pihaknya belum bisa memastikan apakah ada unsur penyekapan hingga membuat korban harus nekat melompat.

"Belum tahu disekap atau enggak. Saya belum bisa ngomong lebih dalam ya, saya periksa dulu," tambahnya.

Baca Juga: 7 Kebiasaan yang Sulit Ditinggalkan oleh Orang-orang yang Pernah Mengalami Kelebihan Berat Badan Saat Kecil

Proses investigasi terus berjalan. Saat ini, pihak kepolisian masih melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk mengumpulkan bukti-bukti. Mengenai pemeriksaan terhadap pemilik kosan dan majikan, AKBP Roby menyebutkan bahwa prosesnya sedang berlangsung.

"Dimintai keterangannya, tapi belum selesai," jelasnya.

Pihak kepolisian berkomitmen untuk memeriksa semua pihak terkait guna mengungkap fakta sebenarnya di balik tragedi yang menimpa kedua PRT tersebut.

 

EDITOR: Sabik Aji Taufan