← Beranda
MRT Jakarta Gandeng Shenzhen Metro: Solusi Kemacetan dan TOD Masa Depan
Ryandi ZahdomoJumat, 24 April 2026 | 13.52 WIB
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menggelar pertemuan bilateral dengan Shenzhen Metro Group di Guangdong, Tiongkok, Rabu (22/4). (Istimewa)

JawaPos.com - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menggelar pertemuan bilateral dengan Shenzhen Metro Group di Guangdong, Tiongkok, Rabu (22/4). Pertemuan ini menandai kolaborasi dalam pengembangan Transit-Oriented Development (TOD) yang modern guna menuntaskan tantangan transportasi perkotaan di Jakarta.

Langkah ini menjadi upaya kolektif tim pemerintah dan pengelola transportasi untuk mempercepat transformasi infrastruktur ibu kota agar lebih efisien, tangguh, dan berkelanjutan.

Dalam kunjungan tersebut, Pramono menyoroti urgensi pembaruan sistem. Shenzhen dinilai sebagai tolok ukur yang tepat karena kesuksesan integrasi layanannya.

Baca Juga: Jika Anda Masih Menulis di Kertas dan Bukan di Ponsel, Menurut Psikologi Anda Menunjukkan 9 Ciri Unik Ini

"Kami ingin memiliki perbandingan efektivitas MRT di berbagai kota dunia. Shenzhen menjadi rujukan karena efisiensi pelayanan dan operasionalnya," ujar Gubernur Pramono.

Data menunjukkan disparitas yang cukup signifikan. Shenzhen Metro mampu melayani hingga 13 juta penumpang setiap harinya melalui jaringan sepanjang 635 kilometer. Di sisi lain, MRT Jakarta saat ini masih mencatatkan angka sekitar 128 ribu penumpang per hari. Kesenjangan ini menjadi modal evaluasi bagi tim pengembang untuk mengakselerasi kapasitas MRT Jakarta.

Kepadatan lalu lintas menjadi tantangan utama yang harus diselesaikan. Dengan mobilitas warga yang sangat tinggi, pembangunan sistem transportasi massal berbasis TOD dianggap sebagai solusi jangka panjang yang krusial bagi kawasan aglomerasi.

Baca Juga: Ramalan Cinta Zodiak Besok Sabtu 25 April 2026: Libra, Scorpio, Sagitarius, Capricorn, Aquarius dan Pisces

"Ini menjadi urgensi, karena mobilitas keluar-masuk Jakarta mencapai sekitar 4 juta orang per hari. MRT harus dikembangkan sebagai solusi jangka panjang untuk mengatasi kemacetan sekaligus mendukung integrasi kawasan aglomerasi," tegas Gubernur Pramono.

Komitmen MRT Jakarta dan Shenzhen Metro

Direktur Utama PT MRT Jakarta (Perseroda), Tuhiyat, menegaskan bahwa kerja sama ini memiliki nilai strategis. Fokus utama bukan hanya pada pembangunan fisik, tetapi juga sistem operasional yang terintegrasi.

"MoU ini menjadi langkah untuk menuntaskan persoalan kota modern sekaligus mengunci pertumbuhan ekonomi ke depan," kata Tuhiyat.

Senada dengan hal tersebut, Deputy Party Secretary and General Manager Shenzhen Metro Group Co., Ltd., Huang Liping, menyambut baik langkah Jakarta. Menurutnya, perencanaan berbasis TOD adalah kunci pertumbuhan ekonomi perkotaan yang sehat.

"Pengalaman kami menunjukkan, ketika perencanaan metro dilakukan sejak awal, hal itu tidak hanya menggerakkan manusia, tetapi juga membentuk ekonomi, ruang kota, dan nilai properti. Kami mendukung penguatan kemitraan Jakarta dan Shenzhen dalam berbagi praktik terbaik untuk membangun kota yang tangguh, inklusif, dan berkelanjutan," urainya.

Baca Juga: Ramalan Cinta Zodiak Besok Sabtu 25 April 2026: Libra, Scorpio, Sagitarius, Capricorn, Aquarius dan Pisces

Sebagai langkah nyata dari kerja sama ini, kedua pihak telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk pengembangan kawasan TOD serta pembangunan sistem transportasi terintegrasi yang diharapkan dapat segera dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Jakarta.

EDITOR: Bintang Pradewo