← Beranda
Program “Mudik ke Jakarta” Bikin Ekonomi Jakarta Melonjak Tajam
Muhammad RidwanSenin, 20 April 2026 | 03.31 WIB
Pemudik Kereta Api tiba di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Selasa (24/3/2026). Disdukcapil DKI Jakarta Sebut 1.700 Pendatang Masuk Jakarta usai Lebaran. (Salman Toyibi/Jawa Pos)

JawaPos.com - Program “Mudik ke Jakarta” yang digagas oleh Gubernur Jakarta Pramono Anung dinilai berhasil mencatatkan capaian ekonomi yang signifikan.

Dengan nilai transaksi mencapai Rp 21 triliun, program tersebut menghadirkan terobosan positif yang mampu mengubah persepsi Jakarta dari sekadar pusat bisnis menjadi destinasi wisata domestik yang menarik, khususnya pada momen Lebaran.

Pengamat ekonomi, Syane Rachma Dian memberikan penilaian positif terhadap dampak program tersebut, khususnya terhadap perekonomian daerah.

“Saya melihat program ini sebagai terobosan positif. Program ini membuka peluang baru, khususnya bagi sektor pariwisata, perdagangan, dan industri kreatif di Kota Jakarta,” kata Syane Rachma kepada wartawan, Minggu (19/4).

Menurutnya, selama ini Jakarta lebih dikenal sebagai pusat bisnis, sehingga potensi wisatanya kurang terekspos. Karena itu, kehadiran program “Mudik ke Jakarta” dinilai berhasil mengubah persepsi tersebut.

Menurutnya, nilai transaksi yang mencapai Rp 21 triliun juga menunjukkan tingginya daya beli masyarakat serta antusiasme publik.

“Untuk program yang relatif baru, capaian ini sangat signifikan dan menandakan bahwa Jakarta memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata domestik, terutama pada periode libur panjang seperti Lebaran,” tuturnya.

Syane menjelaskan, sektor yang paling diuntungkan dari program ini adalah pariwisata dan hospitality. Ia menekankan, kerja sama dengan pelaku bisnis di sektor hotel, transportasi, tempat hiburan, dan destinasi rekreasi memberikan dampak nyata.

Selain itu, tren media sosial turut memperkuat daya tarik program ini. Sebab, wisatawan terdorong untuk mengeksplorasi pengalaman baru, termasuk wisata kuliner dan kunjungan ke tempat makan populer.

Dampak positif juga dirasakan oleh pelaku UMKM, khususnya di bidang fesyen, kerajinan, oleh-oleh, dan produk kreatif.

Peningkatan nilai transaksi serta jumlah pengunjung di pusat perbelanjaan menunjukkan bahwa efek ekonomi program ini menyebar ke berbagai sektor, tidak hanya terpusat pada industri besar.

Syane optimistis, program “Mudik ke Jakarta” berpotensi menjadi strategi jangka panjang, terutama sebagai stimulus ekonomi musiman saat Lebaran.

“Meninjau besarnya respons dan antusiasme masyarakat pada Lebaran kemarin, saya melihat program ini berpotensi dijadikan strategi jangka panjang,” jelasnya.

Menurutnya, program ini merupakan langkah cerdas dalam membangun citra Jakarta bukan hanya sebagai pusat pemerintahan dan bisnis, tetapi juga sebagai kota dengan beragam pilihan wisata urban, budaya, kuliner, dan hiburan.

Pengemasan program yang konsisten diyakini dapat meningkatkan kunjungan wisata domestik setiap tahun, sekaligus menjaga tingkat konsumsi masyarakat saat periode liburan.

Salah satu keunggulan utama program ini adalah adanya multiplier effect yang besar bagi pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM).

“Ketika wisatawan membelanjakan uangnya di hotel, restoran, pusat perbelanjaan, transportasi, dan tempat hiburan, maka pendapatan tersebut akan berputar kembali ke pelaku usaha lain, termasuk UMKM,” terang Syane.

Lebih lanjut, meningkatnya kunjungan ke kawasan seperti Blok M dan Kota Tua mendorong penjualan makanan lokal, produk kreatif, hingga jasa hiburan dan event.

“Manfaat program ini tidak hanya dirasakan oleh usaha besar, tetapi juga berdampak positif pada pelaku usaha kecil dan menengah,” pungkasnya.

EDITOR: Dony Lesmana Eko Putra