← Beranda
Jaga Stabilitas Ekonomi Daerah, Pemkot Tangsel Terus Upayakan Penguatan UMKM 
Syahrul YunizarRabu, 15 April 2026 | 17.42 WIB
Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie. (Muhtamimah/Jawa Pos)

 

JawaPos.com - Demi menjaga stabilitas ekonomi daerah, Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) terus mengupayakan penguatan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Sektor itu dinilai memiliki peran vital sebagai tulang punggung perputaran ekonomi Tangsel.

Karena itu, berbagai langkah strategis dilakukan. Tidak hanya itu, Pemkot Tangsel mengambil langkah untuk mengakselerasi UMKM guna memastikan pelaku usaha lokal tidak hanya bertahan, melainkan juga bisa naik kelas di tengah persaingan pasar yang semakin kompetitif.

Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie menyampaikan bahwa penguatan UMKM merupakan kunci untuk meningkatkan daya saing daerah sekaligus membuka lapangan kerja baru. Lewat pendekatan terintegrasi, instansinya bekerja untuk menghadirkan ekosistem usaha yang mandiri dan kreatif.

”UMKM adalah usaha mandiri kreatif yang menjadi tulang punggung perekonomian daerah di Tangerang Selatan ini. Oleh karena itu, pemerintah kota akan terus memberikan dukungan dan fasilitas bagi para pelaku UMKM,” ungkap Benyamin dalam keterangan resmi pada Rabu (15/4).

Baca Juga: Propam Polda Sumbar Periksa Petugas Patwal yang Viral Kawal Rombongan Arteria Dahlan Berfoto di Tikungan Sitinjau Lauik

Di antara banyak langkah yang diambil oleh Pemkot Tangsel, Benyamin mengungkapkan bahwa pihaknya mendorong integrasi UMKM ke dalam layanan digital Tangsel ONE. Platform tersebut dihadirkan untuk memudahkan pelaku UMKM mengurus berbagai keperluan. Termasuk diantaranya perizinan berusaha.

Dengan Tangsel ONE, pelaku UMKM dalam mengurus perizinan berusaha secara mandiri. Itu penting sebagai syarat mutlak bagi UMKM agar bisa masuk ke pasar ritel modern dan pasar ekspor. Kepada para pelaku UMKM, Benyamin mengajak mereka terus berinovasi dan memanfaatkan fasilitas yang telah disediakan.

Selain legalitas, lanjut Benyamin, pembiayaan juga menjadi instrumen krusial. Untuk itu, Pemkot Tangsel menjalin kemitraan strategis dengan perbankan daerah dan lembaga keuangan mikro untuk menyediakan skema kredit dengan bunga rendah bagi pelaku UMKM.

Langkah itu diambil untuk memperkuat struktur modal pelaku usaha dan memutus ketergantungan pelaku UMKM pada pinjaman ilegal yang kerap menghambat produktivitas dan menimbulkan masalah. Bersamaan dengan itu, Pemkot Tangsel memberikan dukungan infrastruktur fisik yang terus diperluas.

Saat ini, Pemkot Tangsel melakukan optimalisasi Gedung Inovasi dan Pusat Komunitas sebagai wadah showcase produk-produk lokal. Benyamin mengatakan, ruang promosi UMKM saat ini tidak terbatas pada bazar temporer, melainkan sudah diarahkan pada penyediaan gerai permanen di titik-titik strategis seperti pusat perbelanjaan dan area publik.

Benyamin memastikan, kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan lain akan menciptakan ekosistem ekonomi yang kuat dan berkelanjutan. Terlebih saat ini, Pemkot Tangsel mulai menerapkan pendekatan berbasis analisis tren pasar digital untuk memberikan masukan kepada produsen terkait dengan kebutuhan konsumen.

”Kami terus melakukan berbagai pendekatan, mulai dari pelatihan, pendampingan usaha, hingga fasilitasi pemasaran berbasis digital agar produk UMKM Tangsel mampu bersaing. Pemkot Tangsel optimistis bahwa dengan sinergi ini, UMKM akan menjadi penggerak utama ekonomi daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara merata,” bebernya.

Yang tidak kalah penting, Dinas Koperasi dan UMKM Tangsel secara rutin melakukan kurasi produk untuk memastikan standarisasi kualitas. Mereka diminta fokus pada perbaikan pengemasan, pemenuhan sertifikasi halal, sampai izin edar BPOM. Dengan jumlah pelaku UMKM yang mencapai puluhan ribu, standarisasi tersebut sangat penting agar produk UMKM dari Tangsel mampu bersaing.

 

EDITOR: Sabik Aji Taufan