← Beranda
Halalbihalal Jakarta 2026 Jadi Momentum Penguatan Ekonomi dan Kota Inklusif, Perputaran Uang Tembus Rp 67,5 Triliun
Rian AlfiantoSenin, 13 April 2026 | 19.46 WIB
Ilustrasi puncak rangkaian acara Halalbihalal Jakarta 2026. (Istimewa).

 

JawaPos.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memanfaatkan momentum Halalbihalal Jakarta 2026 bukan sekadar ajang silaturahmi, tetapi juga sebagai panggung penguatan ekonomi dan penegasan arah Jakarta sebagai kota global yang inklusif.

Acara yang digelar di kawasan Kota Tua, Sabtu (11/4), ini menjadi puncak rangkaian Jakarta Festive Wonder, sebuah program lintas budaya yang mencerminkan keberagaman Jakarta, mulai dari Christmas Carol, Imlek Kolosal, Festival Ogoh-ogoh, hingga Jakarta Bedug Kolosal.

Hadir dalam acara tersebut Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, dan Wakil Gubernur Rano Karno. Dalam sambutannya, Rano Karno menegaskan bahwa kunci pembangunan Jakarta ke depan terletak pada kolaborasi lintas sektor dan inklusivitas sosial.

Baca Juga: DJP Sebut Pelaporan SPT Tembus 11,1 Juta per 12 April

“Halalbihalal Jakarta malam ini bukan milik satu golongan. Ini milik seluruh warga Jakarta. Kota ini harus menjadi ruang yang merangkul, bukan memisahkan,” ujarnya.

Ekonomi Bergerak, Transaksi Capai Puluhan Triliun

Di balik kemeriahan acara, terdapat dampak ekonomi yang signifikan. Pemprov DKI mencatat perputaran ekonomi selama rangkaian Jakarta Festive Wonder sejak periode Natal hingga April 2026 mencapai sekitar Rp 67,5 triliun.

Tak hanya itu, program mudik ke Jakarta yang diinisiasi Pramono Anung juga mencatat transaksi hingga Rp 20 miliar. Angka ini menunjukkan bahwa Jakarta masih menjadi pusat aktivitas ekonomi yang menarik, bahkan di tengah mobilitas masyarakat yang tinggi.

Rano menekankan bahwa capaian tersebut menjadi bukti pentingnya menjaga kesinambungan kegiatan ekonomi berbasis komunitas dan budaya.

“Kita ingin memastikan semua warga punya ruang dan harapan di kota ini,” tegasnya.

Digitalisasi UMKM Jadi Sorotan

Selain ekonomi makro, penguatan sektor UMKM juga menjadi fokus utama. Dalam acara tersebut, PT Netzme Kreasi Indonesia mendapat apresiasi sebagai mitra kolaborator Pemprov DKI Jakarta atas kontribusinya dalam mendorong digitalisasi pedagang pasar dan pelaku UMKM.

Melalui kolaborasi dengan program Jakpreneur dan Perumda Pasar Jaya, Netzme telah menjangkau 21 pasar hingga April 2026 dengan edukasi dan implementasi sistem pembayaran digital.

Salah satu inovasi yang diperkenalkan adalah QRIS Soundbox, perangkat yang memberikan notifikasi suara secara real-time untuk setiap transaksi, sehingga membantu pedagang meningkatkan keamanan dan kepercayaan dalam bertransaksi.

Baca Juga: DJP Sebut Pelaporan SPT Tembus 11,1 Juta per 12 April

Chief Commercial Officer Netzme, Bayu Wijanarto, menyebut bahwa langkah ini merupakan bagian dari upaya memperkuat ekonomi akar rumput.

“Melalui teknologi yang sederhana namun tepat guna, kami ingin memastikan pedagang pasar tidak tertinggal dalam transformasi digital,” ungkap Bayu.

Rangkaian Halalbihalal Jakarta 2026 memperlihatkan bagaimana pendekatan kolaboratif antara pemerintah, komunitas, dan sektor swasta mampu menciptakan dampak nyata, baik dari sisi sosial maupun ekonomi.

Dengan kombinasi antara perayaan budaya, penguatan ekonomi lokal, dan percepatan digitalisasi, Jakarta terus bergerak menuju visinya sebagai kota global yang tetap berpijak pada akar budaya dan inklusivitas warganya.

EDITOR: Sabik Aji Taufan