← Beranda
Sopir Ngantuk, Truk Muat Pasir 2 Ton terguling di Gatot Subroto Jaksel
Antara• Sabtu, 11 April 2026 | 15.41 WIB
Sebuah truk bermuatan pasir seberat dua ton terguling di Jalan Arteri Gatot Subroto, Tebet, Jakarta Selatan, Sabtu (11/4/2026) pagi. (ANTARA/Siti Nurhaliza)

JawaPos.com – Jalan Arteri Gatot Subroto di Tebet, Jakarta Selatan pagi ini, Sabtu (11/4) macet parah. Penyebabnya, Sebuah truk bermuatan pasir seberat dua ton terguling akibat sopir mengantuk saat mengemudi.

"Iya (terguling), karena saya ngantuk. Sudah tidur saya, tapi masih ngantuk," kata sopir truk, Nur Syaefudin di Tebet, Jakarta Selatan, Sabtu (11/4) sebagaimana dilansir dari Antara.

Menurut Nur Syaefudin, saat itu ia sedang dalam perjalanan untuk mengirim pasir dari arah Kuningan menuju Pancoran dengan tujuan akhir Karawang.

Namun, setibanya di lokasi kejadian, ia diduga tidak dapat mengendalikan kendaraan hingga akhirnya menabrak beton pembatas jalan dan menyebabkan truk terguling.

Baca Juga: Akademisi sebut Pelibatan Teknologi Jadi Kunci Kesuksesan Polri Tekan Risiko Kecelakaan Saat Mudik

"Iya jadi saya enggak lihat ada pembatas jalan, karena mau tidur itu mengantuk," ujar Syaefudin.

Akibat kecelakaan tersebut, muatan pasir dalam truk tumpah ke jalan. Selain menyebabkan kerugian materiil yang ditaksir mencapai Rp 2,5 juta, kondisi truk yang sarat muatan juga menyulitkan proses evakuasi.

Untuk mengevakuasi truk tersebut, Sebagian muatan masir harus dikosongkan terlebih dahulu agar bobot truk berkurang.

Proses evakuasi berlangsung cukup lama. Hal itu tidak lepas dari beratnya muatan serta posisi kendaraan yang terguling di tengah jalan.

Petugas dibantu warga sekitar dan petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) memindahkan pasir secara manual, sebelum kendaraan dapat dievakuasi menggunakan derek.

Baca Juga: Hino: Kecelakaan Truk dan Bus Tidak Bisa Dilihat Secara Sederhana Semua Pihak Terkait Harus Terlibat

Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Sopir dan satu penumpang lainnya hanya mengalami syok akibat kejadian tersebut.

Meski demikian, kecelakaan ini berdampak pada arus lalu lintas di sekitar lokasi yang mengalami kemacetan cukup panjang.

Kendaraan yang melintas harus memperlambat laju akibat adanya proses evakuasi dan material pasir yang berserakan di jalan.

Kasus kecelakaan tunggal ini selanjutnya ditangani oleh petugas Unit Derek Kepolisian dari Polda Metro Jaya untuk proses evakuasi lanjutan serta pengamanan lokasi.

Polisi juga mengimbau para pengemudi untuk memastikan kondisi fisik tetap prima saat berkendara guna menghindari kejadian serupa.

Baca Juga: Hino Ungkap Masalah Besar di Balik Kecelakaan Kendaraan Niaga di Indonesia

EDITOR: Bayu Putra