JawaPos.com - Jakarta sempat lumpuh akibat pemadaman listrik massal atau blackout yang melanda sejumlah wilayah strategis pada Kamis (9/4) kemarin. Menanggapi insiden tersebut, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memberikan peringatan keras agar kejadian serupa tidak terulang kembali.
Pramono menegaskan bahwa gangguan listrik ini sangat merugikan warga, terutama karena melumpuhkan fasilitas transportasi publik utama seperti MRT dan LRT Jakarta.
Dampak Blackout Jakarta: MRT dan LRT Ikut Lumpuh
Pemadaman listrik mendadak ini membuat aktivitas warga di pusat kota hingga Jakarta Utara terhenti. Pramono menyebutkan bahwa meski urusan teknis adalah wewenang PLN, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tetap menjadi pihak yang paling merasakan dampaknya.
"Jadi pemadaman ini kan sepenuhnya menjadi kewenangan PLN, tapi dampaknya kepada kami. Salah satunya MRT, kemudian LRT juga terkena. Dan tentunya kami mengharapkan ini jangan terulang kembali," ujar Pramono Anung, Jumat (10/4).
Menurutnya, stabilitas energi di Jakarta adalah prioritas utama, mengingat ketergantungan masyarakat terhadap listrik sangat tinggi untuk mobilitas dan pekerjaan.
Hubungkan dengan Krisis Global, Pramono Singgung Hemat Energi
Baca Juga: Jelang Laga Penting, Persiraja Banda Aceh Pantau Kondisi Dua Pemain Asing Andalannya
Di tengah situasi perang yang masih berkecamuk di berbagai belahan dunia, Pramono mengingatkan warga Jakarta untuk lebih bijak menggunakan energi. Hal ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto mengenai efektivitas penggunaan daya.
"Energi ini kan menjadi sesuatu yang sangat penting yang dibutuhkan oleh masyarakat karena dengan perang yang masih panjang ini tentunya kita juga saya sangat setuju apa yang disampaikan dalam arahan Bapak Presiden, kita memang harus berhemat energi," lanjutnya.
Pramono juga menyinggung mengenai penerapan Work From Home (WFH) ASN sebagai bagian dari upaya efisiensi di Jakarta.
Kekacauan di Lapangan: Suara Ledakan hingga Lampu Merah Padam
Situasi di lapangan sempat mencekam. Media sosial X (Twitter) dibanjiri laporan warga yang melihat adanya percikan api atau suara ledakan di instalasi kelistrikan. Akun @070Oracle melaporkan dugaan ledakan di Gardu Induk Angke yang menyebabkan wilayah Pluit gelap gulita.
Tak hanya di gedung perkantoran, blackout ini memicu kekacauan lalu lintas. Lampu merah dan penerangan jalan di rute Jembatan Dua menuju PIK dilaporkan mati total, membahayakan para pengendara yang melintas.
Baca Juga: Jadwal Pekan 24 Championship: Duel Sengit Penentu Nasib Tim Menuju Akhir Musim
Penjelasan PLN Terkait Gangguan Gardu Induk
Pihak PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jakarta Raya mengonfirmasi bahwa kendala bersumber dari gangguan di sisi hulu kelistrikan. Beberapa Gardu Induk (GI) mengalami kendala suplai secara bersamaan.
Senior Manager Komunikasi dan Umum PLN UID Jakarta Raya Haris Andika mengungkap penyebab terjadinya pemadaman di sejumlah wilayah di Jakarta.
"Terjadi gangguan suplai listrik di beberapa wilayah Jakarta yang bersumber dari beberapa Gardu Induk (GI)," katanya, Kamis (10/4).