← Beranda
Sempat dirawat, Wanita yang Ditikam Kekasih Akhirnya Meninggal Dunia di Jakarta Barat
AntaraJumat, 27 Maret 2026 | 02.08 WIB
Ilustrasi tewasnya karena dibunuh kekasihnya. (JawaPos.com)

JawaPos.com - Seorang wanita berinisial SV (26) di Cengkareng, Jakarta Barat tewas menjadi korban penikaman oleh kekasihnya sendiri, setelah sempat mendapat perawatan selama beberapa hari usai kejadian nahas itu.

Kanit Reskrim Polsek Cengkareng AKP Parman Gultom mengatakan penikaman dilakukan oleh terduga pelaku SLG (24) pada Jumat (20/3) sekitar pukul 19.00 WIB.

"Waktu kejadian penikaman itu (Jumat) tanggal 20 Maret. Nah tadi pagi jam 3 (dini hari), korban meninggal dunia," ucap Gultom saat dikonfirmasi di Jakarta, Kamis (26/3).

Baca Juga: Sering Pamer Kemesraan Hubungan di Media Sosial? Ternyata Ini 8 Alasan Psikologi-nya

Awalnya, pihak kepolisian mendapat adanya laporan penikaman di wilayah Cengkareng. Informasi tersebut diterima berdasarkan laporan warga perihal penusukan oleh seseorang yang tidak dikenal.

Atas laporan itu, petugas menuju lokasi kejadian di Kelurahan Kedaung Kali Angke, Cengkareng, Jakarta Barat. Sesampainya di lokasi, petugas mendapat petunjuk bahwa pelaku penusukan merupakan seorang pria berinisial SLG, kekasih korban.

"Lalu kami selidiki ternyata pacarnya yang melakukan tindakan itu. Kemudian dicari-cari pelakunya, pelakunya ternyata tidak jauh dari situ, kami lakukan penangkapan," jelasnya.

Gultom mengatakan, terduga pelaku menusuk korban pada bagian leher dengan menggunakan senjata tajam. Korban pun bersimbah darah hingga terkapar dan langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat.

Baca Juga: Penyerahan Jabatan Kepala BAIS Dinilai Cegah Politisasi Kasus Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus

Saat dibawa ke rumah sakit, korban masih bernafas dan sempat mendapatkan perawatan di RSUD Cengkareng hingga dinyatakan meninggal dunia pada Kamis sekitar pukul 03.00 WIB dini hari.

Dari hasil pemeriksaan sementara, Gultom menyampaikan motif pelaku nekat menusuk korban yang merupakan kekasihnya sendiri diduga masalah ekonomi.

"Dari informasi yang kita dalami itu motifnya ekonomi. Masalah ekonomi. Artinya mungkin masalah keuangan lah mungkin, jadi bukan karena cemburu," tutur dia.

Saat ini, Gultom menambahkan pihaknya masih melakukan pemeriksaan mendalam terhadap pelaku. Saat terakhir diperiksa, pelaku disebut sedang dalam kondisi tidak stabil.

EDITOR: Bintang Pradewo