JawaPos.com-Aksi licin seorang perempuan berinisial IPS, 22, yang spesialis mengincar laci kasir minimarket berakhir di tangan polisi. Pelaku tak berkutik setelah tertangkap basah saat beraksi di sebuah toko di Jalan Soksi, Kelurahan Tanah Sereal, Tambora, Jakarta Barat, Selasa (10/3) malam.
Kasus ini menjadi sorotan karena pelaku menggunakan modus yang rapi. Dia mengecoh karyawan toko sebelum menggasak uang tunai jutaan rupiah.
Dalam menjalankan aksinya, IPS berpura-pura menjadi pembeli yang royal. Ia sengaja memesan barang dalam jumlah besar agar karyawan toko sibuk bolak-balik ke gudang.
Saat itulah, ia melancarkan aksinya dengan mendekati meja kasir yang kosong. Desti, salah satu pegawai minimarket, menceritakan detik-detik saat pelaku mulai melancarkan siasatnya dengan memesan banyak barang sekaligus.
"Dia pesan mie instan satu dus, lalu kiranti satu pack yang isinya delapan. Setelah itu tambah lagi dua pak, jadi sepuluh. Setelah itu dia mulai nanya-nanya soal isi kartu TapCash," ujarnya, Kamis (12/3).
Tertangkap Basah Tangan Masuk Laci
Memanfaatkan situasi sibuk, pelaku merogoh laci kasir dan berhasil mengambil uang sebesar Rp 2,6 juta. Namun, sepandai-pandainya tupai melompat, aksi IPS kali ini bisa terendus oleh karyawan yang curiga dengan gerak-geriknya. "Pas saya sudah di depan, saya lihat tangan dia sudah masuk ke laci," kata Desti.
Sadar ada yang tidak beres, pegawai segera menahan pelaku dan melaporkan kejadian tersebut ke pihak berwajib. Ini untuk menghindari amukan massa yang mulai berkumpul di lokasi.
Sudah Lima Kali Beraksi di Jakarta
Pihak kepolisian dari Polsek Tambora segera mengamankan pelaku. Dari hasil interogasi, terungkap bahwa aksi di Tambora bukan yang pertama kalinya.
IPS ternyata merupakan pemain lama dalam kasus pencurian di minimarket. Kanit Reskrim Polsek Tambora AKP Sudrajat Djumantara mengungkapkan bahwa pelaku sudah berulang kali melakukan modus serupa di lokasi berbeda.
"Pelaku berhasil diamankan tanpa perlawanan. Dari hasil pemeriksaan sementara, pelaku mengakui sudah melakukan aksi serupa sekitar lima kali di wilayah Jakarta Barat dan Jakarta Utara," jelasnya.
Menariknya, IPS sebelumnya pernah tertangkap di kawasan Pademangan, namun dibebaskan karena pihak toko merasa iba. Bukannya jera, ia justru kembali mencuri dengan alasan butuh uang untuk membeli baju baru dan kebutuhan menjelang Idulfitri. Kini, IPS harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum. (*)