← Beranda
Peringatan BNPB: Waspada Longsor Susulan di TPA Bantargebang Akibat Cuaca Ekstrem Dua Hari Ke Depan di Jabodetabek
Ryandi ZahdomoSenin, 9 Maret 2026 | 19.10 WIB
Alat berat memindahkan sampah di TPA Bantar gebang, Bekasi, Jawa Barat. (Salman Toyibi/Jawa Pos)
 

 

JawaPos.com - Sampah di Kawasan Zona 4 Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Bantargebang, Kota Bekasi, dilanda longsor maut pada Minggu (8/3) siang. Peristiwa tragis ini menelan empat korban jiwa dan menimbun sejumlah armada truk sampah serta bangunan di lokasi kejadian.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) kini mengeluarkan peringatan keras bagi warga dan petugas di lapangan. Mengingat cuaca ekstrem masih mengintai, risiko longsor susulan di Bantargebang menjadi ancaman nyata yang harus diwaspadai.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menegaskan, stabilitas material longsor saat ini masih sangat labil. Kondisi ini diperparah dengan prakiraan cuaca yang menunjukkan potensi hujan lebat di wilayah Jabodetabek dalam dua hari ke depan.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menuturkan, operasi pencarian masih terus di lakukan. Untuk itu ia mengingatkan bahwa stabilitas material di lokasi kejadian saat ini masih sangat labil. Kondisi ini bisa diperparah dengan ramalan cuaca ekstrem di wilayah Jabodetabek.

"Stabilitas material longsor yang masih labil berisiko memicu pergerakan tanah susulan, sehingga tim di lapangan diinstruksikan untuk menjalankan protokol keselamatan yang ketat agar tidak menambah korban jiwa," tegas Abdul Muhari, Senin (9/3).

BNPB turut mengimbau masyarakat dan pengelola kawasan di sekitar TPA, termasuk wilayah lain dengan topografi lereng perbukitan, maupun kaki gunung untuk meningkatkan kewaspadaan tinggi terhadap potensi pergerakan tanah.

Masyarakat diminta segera mengevakuasi diri ke tempat aman jika melihat tanda-tanda retakan tanah atau curah hujan dengan intensitas tinggi yang turun secara terus-menerus.

"Peningkatan mitigasi dan kesiapsiagaan di tingkat lokal sangat krusial dilakukan agar fenomena serupa tidak terulang dan risiko bencana dapat ditekan seminimal mungkin," tegasnya.

 

Update Korban: 4 Orang Meninggal Dunia

Tragedi yang terjadi pukul 14.30 WIB ini mengakibatkan empat orang warga meninggal dunia akibat tertimbun material longsoran. Selain korban jiwa, sejumlah truk sampah dan bangunan warung dilaporkan hancur rata dengan tanah.

Berdasarkan data tim di lapangan, berikut identitas korban yang telah teridentifikasi:

- EW (Perempuan, 25 tahun)

- S (Perempuan, 60 tahun)

- DS (Laki-laki, Sopir Truk Sampah)

- IS (Laki-laki, 42 tahun, Sopir Truk Sampah)

Empat orang sopir truk lainnya dilaporkan berhasil selamat dari maut meski armada mereka sempat terjebak material longsor. Pencarian pun masih dilakukan terhadap lima korban lainnya.

Baca Juga: Satgas Operasi Damai Cartenz Tangkap Tokoh Sentral KKB, Komandan Kompi Kimbusa Kodap XVI Yahukimo

Kronologi Detik-Detik Longsoran

Peristiwa memilukan ini bermula saat aktivitas bongkar muat sampah sedang berlangsung di tengah cuaca ekstrem. Menurut laporan BPBD DKI Jakarta, antrean truk sampah yang sedang menunggu giliran tiba-tiba diterjang massa sampah dalam jumlah besar dari ketinggian puluhan meter.

"Saat truk sampah sedang mengantri untuk melakukan pembongkaran muatan sampah, tiba - tiba terjadi longsor yang menimpa 5 unit truk sampah dan 1 warung di sekitar lokasi," ungkap Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Isnawa Adji, Senin (9/3).

Saat ini, pencarian korban masih terus dilakukan secara masif. Tim SAR Gabungan yang terdiri dari Basarnas, BPBD, hingga TNI-Polri mengerahkan 20 unit ekskavator untuk mengeruk tumpukan sampah di titik lokasi Jl. Pangkalan V, Kelurahan Ciketing.

 
EDITOR: Kuswandi