Baca Juga: Buntut AC Milan vs Como, Fabregas Minta Maaf ke Allegri Usai Insiden Panas di San Siro
Peristiwa ini terungkap sekitar pukul 07.44 WIB. Saat itu, saksi Doni yang merupakan PIC dari Travel Agent Panorama Group sedang mengoordinasikan rombongan di lobby hotel. Namun, dari sekian banyak tamu, ada tiga orang yang belum siap, termasuk korban.
Karena curiga tak ada kabar, pihak agen travel bersama petugas keamanan hotel dan rekan korban bernama Mr. Sato memutuskan untuk mengecek langsung ke kamar nomor 2551.
"Pihak agen sdr Doni meminta bantuan kepada Pihak hotel untuk membuka pintu dikarenakan pintu dalam keadaan terkunci dari dalam," ujar Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Dr. Reynold E.P. Hutagalung, Jumat (20/2).
Sekitar pukul 07.57 WIB, saat pintu berhasil dibuka, korban ditemukan tidak bergerak. Saksi sempat mengecek pernapasan korban melalui hidung, namun tidak ada respons sama sekali.
Tidak Ditemukan Tanda Kekerasan
Baca Juga: Warung Digital dari Bandung Barat: Ketika UMKM Masuk Ekosistem Ekonomi Digital
Pihak kepolisian dari Polsek Metro Gambir dan tim Inafis Polres Metro Jakarta Pusat langsung tiba di lokasi sesaat setelah menerima laporan. Tim identifikasi segera melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk mencari penyebab pasti kematian.
Berdasarkan pemeriksaan awal, polisi tidak menemukan adanya indikasi tindak pidana atau penganiayaan pada tubuh pria kelahiran 1967 tersebut.
"Hasil pengecekan awal luar tim identifikasi tidak ditemukan tanda - tanda kekerasan," jelasnya.
Di dalam kamar, polisi mengamankan sejumlah barang milik korban di antaranya satu buah paspor, satu unit HP, power bank, koper hitam, tas selempang, jam tangan, dan dompet coklat.
Rencana Kunjungan ke Suzuki Indomobil
Baca Juga: Manfaatkan Momentum Ramadhan, Berikan BPJS Ketenagakerjaan dan Bonus Hari Raya untuk Mitra Teladan
Korban diketahui merupakan bagian dari rombongan besar berjumlah 24 orang yang sedang melakukan kunjungan ke Jakarta. Mereka dijadwalkan menginap selama tiga hari dua malam, terhitung sejak 17 hingga 19 Februari 2026.
Seharusnya, pada hari kejadian, Kaifuki Hiroaki beserta rombongannya dijadwalkan bertolak menuju Suzuki Indomobil Tambun Jawa Barat.
Saat ini, jenazah telah dievakuasi ke RSCM menggunakan mobil jenazah Palang Hitam untuk pemeriksaan lebih lanjut. Pihak kepolisian juga telah memasang garis polisi (police line) di kamar korban dan berkoordinasi dengan Kedutaan Besar Jepang terkait pemulangan jenazah.