← Beranda
Kasus DBD di Tangsel Terus Meningkat, Tembus 559 Pasien
Dinarsa KurniawanSelasa, 28 Oktober 2025 | 00.43 WIB
Ilustrasi DBD. Dok JawaPos

 

JawaPos.com-Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) kembali meningkat. Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangsel hingga Senin (27/10), tercatat sebanyak 559 pasien yang sudah terkena DBD sejak awal 2025.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangsel Allin Hendalin Mahdaniar, menjelaskan bahwa kasus tersebut tersebar di tujuh kecamatan.

Rinciannya, Kecamatan Pondok Aren mencatat kasus terbanyak sebanyak 123 kasus, disusul Ciputat 99 kasus, Pamulang 84 kasus, Ciputat Timur 77 kasus, Serpong 76 kasus, Serpong Utara 53 kasus, dan Setu 47 kasus. "Jika dilihat dari kelompok usia, kasus terbanyak berada pada rentang 15 hingga 44 tahun," ungkap Allin saat dikonfirmasi pada Senin (27/10).

Allin menuturkan bahwa dibandingkan pekan sebelumnya, jumlah kasus DBD di Tangsel mengalami kenaikan. Hingga 19 Oktober 2025, tercatat 557 kasus. "Peningkatan terlihat di wilayah Pondok Aren yang naik dari 122 menjadi 123 kasus, serta Ciputat Timur dari 76 menjadi 77 kasus," jelasnya.

Untuk menekan penyebaran DBD, Dinkes Tangsel melakukan berbagai langkah pencegahan dan pengendalian. Upaya yang dilakukan antara lain edukasi DBD kepada masyarakat, pemberian larvasida, sertifikasi RW Bebas Jentik, silent survey, evaluasi Gerakan Indonesia Rumah Jentik (GIRIJ), hingga fogging fokus di titik-titik yang ditemukan kasus.

Selain itu, juga memperkuat Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 3M Plus melalui program Gerakan Satu Rumah Satu Juru Pemantau Jentik (Jumantik). "Untuk memutus rantai penularan, dilakukan penyemprotan fogging di wilayah yang terdeteksi penularan berdasarkan hasil Penyelidikan Epidemiologi (PE) oleh petugas puskesmas bersama koordinator jumantik setempat," pungkasnya. (*)

EDITOR: Dinarsa Kurniawan