← Beranda
KDM Temui Warga yang Protes Keras Dampak Penutupan Perusahaan Tambang di Parung Panjang, Janjikan Pekerjaan Baru
Tazkia Royyan Hikmatiar• Minggu, 19 Oktober 2025 | 23.08 WIB
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bersama Kepala Desa Rengasjajar Bogor, Rusli (kanan). (YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel)

JawaPos.com – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) akhirnya menemui warga Parung Panjang, Kabupaten Bogor, yang sempat meluapkan protes keras akibat penutupan aktivitas tambang di wilayah tersebut. Dalam pertemuan itu, Dedi berjanji akan memberikan pekerjaan baru bagi warga yang terdampak kebijakan tersebut.

Diketahui seorang pria dari Kabupaten Bogor itu sebelumnya viral di media sosial setelah memprotes keras Dedi Mulyadi. Dalam video yang diunggah ulang oleh akun Instagram resmi sang gubernur, pria itu sambil memakan kelapa mengeluhkan kondisi ekonominya setelah tambang di wilayahnya ditutup.

Ia menuding kebijakan Dedi yang menutup sementara perusahaan tambang di Parung Panjang telah membuatnya kehilangan mata pencaharian dan kesulitan membeli beras untuk kebutuhan sehari-hari.

"Gara-gara sia KDM aing teu bisa ngahakan kejo, ngahakan kalapa ayeuna mah teu kabeli beas beas acan aing gara-gara sia PT ditutup," ujarnya. 

Menanggapi keluhan tersebut, dalam pertemuan dengan pria itu di kediamannya di Pakuan, Subang, Dedi Mulyadi menyampaikan permohonan maaf sekaligus menjelaskan alasan di balik kebijakan penutupan tambang.

Menurutnya, kegiatan tambang di Parung Panjang selama ini menimbulkan kemacetan parah, kecelakaan lalu lintas, serta korban jiwa.

Selain itu, banyak perusahaan tambang yang tidak memenuhi kewajiban terhadap pekerja, termasuk jaminan kesehatan dan ketenagakerjaan, termasuk pada pria yang melontarkan protes keras terhadap KDM tersebut. 

"Ku kituna, teu kudu melang bapak, kuring tanggung jawab. Kasihan warga Jawa Barat ngan ukur bisa ngahakan kalapa," ujar Dedi dalam bahasa Sunda yang menegaskan komitmennya untuk bertanggung jawab atas dampak sosial kebijakan tersebut.

Dalam pertemuan itu juga, mantan Bupati Purwakarta tersebut memastikan bahwa pemerintah akan membuka lapangan kerja baru bagi warga terdampak.

"Mimiti November, bapak jeung babaturanana bakal digarap dina program energi kebersihan, saluran air, jeung proyek pembangunan jalan, irigasi, drainase," ungkap Dedi, menegaskan bahwa kesempatan kerja akan diberikan mulai awal November mendatang.

Ia juga menyebutkan bahwa sekitar 3.500 keluarga di Parung Panjang, Rumpin, Cigudeg, Tenjo, dan sekitarnya terdampak langsung oleh kebijakan penutupan tambang tersebut.

"Insya Allah, kami akan pekerjakan mereka di sektor-sektor pekerjaan umum milik Pemerintah Provinsi Jawa Barat," tegas Dedi Mulyadi.

Sementara itu, mayoritas warga Parung Panjang Bogor mendukung penutupan aktivitas pertambangan secara permanen di kawasan tersebut berdasarkan hasil poling sementara. 

Meski begitu, Anggota DPRD Dapil V Kabupaten Bogor, Aan Triana Al Muharom menyebut bahwa penutupan aktivitas tambang itu berdampak pada proyek infrastruktur di Kabupaten Bogor. 

Penutupan sementara perusahaan tambang di Parung Panjang itu merupakan kebijakan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atas dugaan berbagai pelanggaran yang dilakukan perusahaan tambang.  

Aan menyebut akibat penutupan sementara aktivitas tambang, proyek infrastruktur Pemkab Bogor tidak berjalan dengan lancar karena kesulitan mendapat bahan baku material.

"Proyek APBD kan sedang berjalan, akhirnya material tidak ada dan mengambil ke wilayah lain. Bahkan informasinya harga material juga menjadi naik," ujarnya sebagaimana dilansir dari Radar Bogor, Jumat (10/10).

Oleh karena itu, Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Bogor itu pun meminta Pemprov Jabar mempertimbangkan semua aspek dalam menindak aktivitas tambang di Parung Panjang tersebut. 

Dengan demikian, penutupan kegiatan tambang dapat dilakukan dengan efektif, serta tidak menimbulkan dampak negatif yang signifikan bagi masyarakat.

"Harapannya gubernur bisa mengevaluasi kebijakan tersebut agar berjalan dengan baik. Meski kami memahami Pemprov Jabar tengah menggelontorkan anggaran untuk infrastruktur di Parung Panjang," ucap Aan.

Terlepas dari kerugian itu, ia mengakui bahwa penutupan sementara aktivitas tambang di Parung Panjang membuat warga dapat bernapas lega. 

Lantaran proyek itu telah membuat jalanan menjadi padat dan buruk terhadap kualitas udara di sekitar.

Sebelumnya, sebuah poling dibuat dan link-nya di-share dengan cukup masif melalui grup-grup WhatsApp untuk masyarakat di wilayah Parung Panjang dan sekitarnya. 

Poling ini dibuat untuk tujuan meminta pendapat dari masyarakat setuju atau tidak seandainya pertambangan di wilayah Parung Panjang dibuka kembali atau benar-benar ditutup secara permanen, setelah dihentikan sementara oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau KDM.

Poling dibuat melalui situs pollingkita.com dan diikuti oleh lebih dari 10 ribu orang. Adapun pertanyaan yang diajukan adalah, 'Setujukah anda tambang di Parung Panjang dihentikan'.

Hasil Poling menunjukkan, 74,1 persen menjawab "setuju" dengan mendapatkan total suara berjumlah 8.633. Pada urutan kedua hasil poling terbanyak menjawab "tidak setuju", mendapat total sekitar 25,3 persen atau 2.944  suara.

Adapun yang memberikan jawaban "tidak tahu" berjumlah 78 suara atau hanya sekitar 0,7 persen.

Data tersebut dicatat sampai dengan Kamis (9/10) pukul 09.26 WIB. Bisa saja dalam beberapa waktu ke depan mengalami perubahan.

EDITOR: Bintang Pradewo