← Beranda
Resmi! Ragunan Buka di Malam Hari, Warga Jakarta Bisa Nikmati “Night at Ragunanzoo”, Catat Waktunya
Ryandi ZahdomoKamis, 9 Oktober 2025 | 16.40 WIB
Pengunjung berolahraga di tepi danau di Taman Margasatwa Ragunan Jakarta Selatan. Kini Ragunan juga bisa dinikmati di malam hari tiap Sabtu malam. (Instagram @ragunanzoo)

JawaPos.com - Taman Margasatwa Ragunan (TMR) membawa pengalaman baru bagi warga Jakarta. Kini, pengunjung TMR bisa menikmati suasana malam di kebun binatang lewat program bertajuk “Night at Ragunanzoo”.

Dikutip dari akun media sosial resminya @ragunanzoo, pihak pengelola mengumumkan bahwa kebun binatang ini akan buka setiap Sabtu malam atau malam minggu, mulai pukul 18.00 hingga 22.00 WIB.

"Night at Ragunanzoo! untuk sahabat ragunan yang ingin merasakan suasana malam yang tenang di Taman Margasatwa Ragunan serta melihat satwa nokturnal menggunakan buggy car atau berolahraga dengan area/jarak yang sudah ditentukan, kamu bisa berkunjung setiap Sabtu malam mulai pukul 18.00 - 22.00 WIB," tulis akun resmi Ragunan Zoo.

Program ini akan mulai berjalan pada 11 Oktober 2025, dengan tarif masuk normal seperti hari biasa.

Sensasi Baru: Olahraga Malam di Tengah Satwa

Salah satu daya tarik utama program ini adalah Night Workout at Ragunanzoo yang memberikan pengalaman olahraga unik di tengah suasana malam kebun binatang.

Pengunjung diajak menikmati udara segar dan suara alami satwa malam sambil berolahraga di jalur sepanjang 1,8 kilometer.

Kegiatan ini cocok untuk keluarga, komunitas, maupun individu yang ingin mencoba cara baru menikmati malam Jakarta.

Selain menyehatkan, pengalaman ini diharapkan memberi sensasi berbeda karena dilakukan di luar jam kunjungan biasa. Suasana tenang dan magis menjadi nilai tambah yang membuat Ragunan terasa lebih istimewa di malam hari.

Jelajahi Dunia Satwa Nokturnal

Selain itu, bagi pengunjung yang lebih suka eksplorasi santai, ada program Educational Exploration at Ragunanzoo Night.

Di program ini, pengunjung bisa melihat perilaku satwa nokturnal menggunakan buggy car yang nyaman dan aman.

Setiap kendaraan bisa diisi maksimal 5 orang dengan tarif Rp250.000 per jam. Kegiatan ini menghadirkan pengalaman edukatif yang seru, cocok untuk keluarga maupun pasangan yang ingin menikmati malam dengan suasana alami di tengah kota.

Lewat program ini, Taman Margasatwa Ragunan ingin menghadirkan sensasi berbeda bagi warga Jakarta.

Selain menjadi ruang rekreasi dan edukasi, Ragunan kini juga bisa dinikmati saat malam hari, menghadirkan nuansa “hutan kota” yang tenang di tengah hiruk-pikuk Jakarta.

"Mulai buka malam pada tanggal 11 Oktober 2025 dengan tarif normal ya! Yuk merasakan suasana malam hutan kota di tengah Kota Jakarta," tulis pihak Ragunan.

Alternatif Wisata Malam Warga Jakarta

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung sebelumnya meninjau langsung Taman Margasatwa Ragunan (TMR), Pasar Minggu, Jakarta Selatan, pada 14 Agustus lalu.

Kunjungan itu dilakukan untuk mengevaluasi fasilitas dan manajemen pengelolaan taman margasatwa tertua sekaligus terbesar di Asia Tenggara tersebut.

Menurut dia, revitalisasi Ragunan menjadi penting agar warga Jakarta punya destinasi wisata edukasi yang tak kalah menarik dibanding taman margasatwa di luar negeri.

Pramono juga menginginkan agar Ragunan bisa beroperasi pada malam hari. Ia menilai, wisata malam di Ragunan dapat menjadi alternatif hiburan bagi warga ibu kota tanpa harus jauh-jauh ke Puncak Bogor.

"Jadi, untuk Margasatwa Ragunan ini betul-betul saya ingin perbaiki. Dan saya lagi berpikir apakah sudah waktunya dibuat Ragunan ini tidak hanya siang, tetapi malam hari juga," terangnya.

Ia menilai, konsep wisata malam akan sangat diminati warga Jakarta yang ingin berlibur tanpa harus terjebak kemacetan panjang menuju luar kota.

Saingi Kebun Binatang di Singapura

Dengan potensi flora dan fauna yang melimpah, Pramono optimistis Ragunan bisa menyamai taman margasatwa di Singapura jika dikelola dengan baik.

"Singapura kan kecil, tapi pasti revenue mereka tinggi. Karena memang betul-betul fasilitasnya dibuat baik," jelasnya.

Untuk mewujudkan visi besar ini, Pramono menyadari bahwa pengelolaan Ragunan masih bergantung pada anggaran Pemprov DKI Jakarta. Karena itu, ia membuka peluang penggunaan sumber dana lain.

"Dan saya juga memikirkan apakah sudah waktunya dana KLB, SP3L, CSR, dan yang lain-lain untuk digunakan menyempurnakan Ragunan yang sudah bagus ini. Kalau kita lihat, terus terang ya, floranya itu luar biasa," imbuhnya.

EDITOR: Bayu Putra