JawaPos.com - Angka penularan kasus Covid-19 di DKI Jakarta melonjak tajam dalam beberapa hari terakhir. Bahkan, per Jumat (2/7) angka penularan Covid-19 di ibu kota mencapai 9.399 kasus dengan total keseluruhan 78.631 orang yang terpapar.
Gubernur DKI Anies Baswedan mengatakan saat ini pihaknya telah memiliki skenario untuk mengatisipasi jika nantinya kasus aktif Covid-19 di ibu kota mencapai 100 ribu. Langkah pertama menurut Anies, menjadikan rumah sakit kelas A sepenuhnya untuk ICU pasien Covid-19.
"RSDC Wisma Atlet difungsikan khusus penanganan pasien Covid-19 bergejala sedang hingga berat," ujar Anies dikutip Youtube Pemprov DKI Jakarta, Sabtu (3/7).
Kemudian langkah selanjutnya adalah mengubah rusun di ibu kota yang masih kosong untuk dialihfungsikan menjadi tempat isolasi bagi pasien Covid-19.
"Rusun diubah menjadi fasilitas isolasi terkendali untuk pasien dengan gejala ringan," katanya.
Lalu, Anies menjelaskan, pihaknya juga akan mengubah stadion indoor dan gedung-gedung konvensi besar menjadi rumah sakit darurat (RSD) bagi pasien Covid-19 di ibu kota.
"Mengubah stadion indoor dan gedung-gedung konvensi menjadi rumah sakit darurat penanganan kasus darurat kritis, diusulkan untuk dalam satu manajemen RSDC Wisma Atlet," ungkapnya.
Anies juga bakal memastikan kebutuhan tenaga kesehatan terpenuhi. Termasuk berjanji akan adanya penambahan tenaga kesehatan dari luar DKI Jakarta.
Selanjutnya memastikan ketersediaan oksigen, alat pelindung diri (APD), alat kesehatan, dan obat-obatan. "Memastikan ketersediaan oksigen, APD, alat kesehatan, dan obat-obatan terpenuhi," pungkasnya.