← Beranda
Sejarah Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW dan Maknanya bagi Kehidupan Umat Islam Dunia
Risma Azzah FatinSelasa, 25 Agustus 2026 | 21.54 WIB
Maulid Nabi Muhammad SAW (Freepik)

 

 

JawaPos.com – Maulid Nabi Muhammad SAW menjadi salah satu tradisi penting bagi umat Islam di berbagai penjuru dunia, sebagai momentum untuk mengenang kelahiran Rasulullah yang membawa rahmat bagi seluruh alam.

Dilansir dari laman Ulum Al-Azhar, Maulid Nabi Muhammad SAW tidak hanya sebagai pengingat sejarah, tetapi juga menjadi bentuk kecintaan dan penghormatan umat Islam kepada Nabi Muhammad SAW.

Istilah Maulid secara etimologis bermakna kelahiran dan dalam konteks keislaman digunakan untuk menyebut peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW yang secara luas diyakini terjadi pada 12 Rabiulawal dalam kalender Hijriah.

Lebih dari sekadar mengenang peristiwa masa lalu, Maulid menjadi kesempatan bagi umat Islam untuk merefleksikan keteladanan Rasulullah SAW sekaligus memperkuat kecintaan dan tekad untuk menjalankan sunah beliau.

Makna Maulid Nabi tidak hanya sebatas mengenang masa lalu. Peringatan ini juga menjadi sarana merenungkan sifat-sifat mulia Nabi Muhammad. Melalui Maulid, umat Islam memperbarui kecintaan dan komitmen untuk mengikuti sunnah beliau.

Sejarah mencatat bahwa perayaan Maulid Nabi baru dilakukan secara resmi beberapa abad setelah wafatnya Rasulullah.

Pada abad ke-10 hingga ke-12, penguasa Dinasti Fatimiyah di Mesir mulai mengadakan acara publik memperingati kelahiran Nabi. Perayaan tersebut kemudian berkembang luas di berbagai wilayah Islam.

Puncak awal penyelenggaraan besar-besaran terjadi pada abad ke-13. Sultan al-Muzaffar di Irbil, wilayah yang kini termasuk Irak, menggelar perayaan Maulid Nabi dengan sangat meriah. Acara itu dihadiri oleh ulama, sufi, dan masyarakat umum.

Tradisi tersebut kemudian terus diwariskan dan menjadi bagian penting dalam budaya Islam. Para penyair menulis puisi yang memuji Nabi Muhammad.

Sementara ulama menyampaikan nasihat tentang akhlak beliau. Masyarakat pun menjadikan Maulid sebagai momentum memperbanyak amal kebaikan.

Dari masa ke masa, Maulid Nabi menempati posisi istimewa dalam kehidupan umat Islam. Peringatan ini menggabungkan aspek spiritual, sosial, dan budaya yang hidup berdampingan. Hingga kini, Maulid Nabi tetap dirayakan dengan penuh makna dan rasa syukur.

 

EDITOR: Novia Tri Astuti