JawaPos.com - Dalam momentum Maulid Nabi yang jatuh pada hari ini, Selasa (25/8), alangkah baiknya jika kita melihat kembali sejarah tentang peristiwa kelahiran Nabi Muhammad. Nabi terakhir yang merupakan sosok paling mulia dan agung di muka bumi.
Nabi Muhammad SAW lahir di Kota Makkah, Arab Saudi, pada Tahun Gajah. Kelahiran beliau menjadi salah satu peristiwa paling penting dalam sejarah Islam karena kelak Muhammad diangkat sebagai Nabi dan Rasul terakhir yang membawa risalah Islam kepada seluruh umat manusia.
Nabi Muhammad SAW Lahir Kapan?
Mayoritas ulama sepakat bahwa Nabi Muhammad lahir pada hari Senin di bulan Rabiul Awal, Tahun Gajah. Hal ini didasarkan antara lain pada hadis ketika Rasulullah SAW ditanya mengenai puasa hari Senin.
Baca Juga: Benarkah Perayaan Maulid Nabi Termasuk Bid'ah? Ini Penjelasan Ulama dan Dalilnya
Dalam hadis riwayat Muslim, Nabi Muhammad menjelaskan bahwa hari Senin merupakan hari beliau dilahirkan dan hari ketika wahyu diturunkan kepadanya.
Sementara itu, mengenai tanggal kelahirannya, terdapat beberapa pendapat. Salah satu tanggal yang paling populer di kalangan umat Islam adalah 12 Rabiul Awal.
Namun, tanggal 12 Rabiul Awal bukan satu-satunya pendapat yang ditemukan dalam literatur sejarah Islam. Sejumlah ulama dan ahli sejarah mengemukakan tanggal berbeda, seperti 8, 9, 10, atau 12 Rabiul Awal.
Karena itu, apabila pertanyaannya adalah "Nabi Muhammad lahir tanggal berapa?", jawaban yang paling hati-hati adalah bahwa tanggal pastinya diperselisihkan, sedangkan kelahiran beliau pada hari Senin di bulan Rabiul Awal pada Tahun Gajah merupakan keterangan yang lebih luas diterima.
Nabi Muhammad Lahir di Mana?
Nabi Muhammad lahir di Makkah, sebuah kota yang pada masa itu menjadi pusat penting masyarakat Arab sekaligus lokasi Ka'bah, kiblat umat Islam.
Beliau berasal dari Bani Hasyim, salah satu keluarga terhormat dalam suku Quraisy. Ayahnya bernama Abdullah bin Abdul Muthalib, sedangkan ibunya adalah Aminah binti Wahb.
Abdullah wafat sebelum Nabi Muhammad SAW lahir. Dengan demikian, Rasulullah terlahir dalam keadaan yatim.
Kelahiran Muhammad kemudian menjadi awal dari perjalanan panjang kehidupan seorang manusia yang kelak mengubah sejarah Arabia dan menjadi teladan bagi umat Islam di seluruh dunia.
Apa Itu Tahun Gajah?
Istilah Tahun Gajah merujuk pada peristiwa penyerangan Ka'bah oleh pasukan yang dipimpin Abrahah, penguasa Yaman yang berada di bawah pengaruh Kerajaan Aksum.
Menurut riwayat sejarah Islam, Abrahah membawa pasukan yang menggunakan gajah untuk menghancurkan Ka'bah. Peristiwa tersebut kemudian dikenal sebagai Perang atau Ekspedisi Gajah.
Kisah ini disebut dalam Surah Al-Fil. Al-Qur'an menggambarkan bagaimana Allah SWT menggagalkan upaya pasukan tersebut.
Tahun terjadinya peristiwa itu kemudian dikenal masyarakat Arab sebagai Tahun Gajah atau terjadi pada sekitar 570 atau 571 Masehi.
Karena sistem penanggalan Arab pada masa tersebut belum seperti kalender Masehi modern, konversi tahun kelahiran Nabi Muhammad ke kalender Masehi juga memiliki sejumlah perbedaan dalam sumber sejarah.
Siapa Ayah dan Ibu Nabi Muhammad?
Nabi Muhammad merupakan putra dari Abdullah bin Abdul Muthalib dan Aminah binti Wahab.
Abdullah merupakan putra Abdul Muthalib, tokoh penting dari Bani Hasyim. Sementara Aminah berasal dari keluarga terpandang dalam Quraisy.
Sebelum Nabi Muhammad lahir, Abdullah melakukan perjalanan ke Syam. Dalam perjalanan pulang, ia jatuh sakit dan meninggal dunia di Madinah sebelum putranya lahir.
Kondisi tersebut membuat Muhammad tumbuh sebagai seorang anak yatim. Alquran kemudian mengingatkan perjalanan hidup Rasulullah dalam Surah Ad-Duha ayat 6: "Bukankah Dia mendapatimu sebagai seorang yatim, lalu Dia melindungimu?"
Peristiwa Penting Setelah Kelahiran Nabi Muhammad
Kelahiran Nabi Muhammad menjadi awal dari rangkaian peristiwa penting dalam sejarah Islam. Setelah lahir, Muhammad diasuh oleh ibunya, Aminah, sebelum kemudian menjalani tradisi pengasuhan bayi di perkampungan Arab.
Dalam tradisi masyarakat Arab kala itu, bayi dari keluarga Quraisy biasanya disusukan kepada perempuan dari wilayah pedalaman. Muhammad kemudian diasuh oleh Halimah As-Sa'diyah.
Setelah beberapa tahun, Muhammad kembali kepada ibunya. Namun, Aminah wafat ketika beliau masih kecil. Muhammad kemudian berada dalam pengasuhan kakeknya, Abdul Muthalib.
Setelah Abdul Muthalib meninggal dunia, pengasuhan Muhammad dilanjutkan oleh pamannya, Abu Thalib.
Masa kecil tersebut menjadi bagian penting dari perjalanan hidup Rasulullah sebelum beliau menerima wahyu pertama pada usia 40 tahun.
Kelahiran Nabi Muhammad dan Awal Perubahan Besar
Muhammad tidak langsung menjadi nabi setelah terlahir ke dunia. Beliau menjalani kehidupan sebagai manusia biasa di tengah masyarakat Makkah hingga kemudian menerima wahyu pertama di Gua Hira.
Pada usia 40 tahun, Rasulullah menerima wahyu dari Allah melalui perantara Malaikat Jibril. Peristiwa tersebut menjadi awal kenabian sekaligus dimulainya dakwah Islam.
Dari Makkah, dakwah Rasulullah berkembang dan membawa perubahan besar dalam kehidupan sosial, keagamaan, hukum, serta budaya masyarakat Arab.
Mengapa Kelahiran Nabi Muhammad Diperingati?
Peringatan Maulid Nabi menjadi tradisi yang berkembang di berbagai wilayah masyarakat Muslim. Bentuk peringatannya berbeda-beda. Mulai dari pengajian, pembacaan shalawat, kajian sejarah Nabi, hingga kegiatan sosial.
Baca Juga: Makna Maulid Nabi dan Teladan Rasulullah yang Relevan di Era Modern
Tujuan yang sering ditekankan dalam peringatan tersebut adalah mengenang perjalanan hidup Rasulullah sekaligus meneladani akhlaknya.
Karena itu, pembahasan mengenai kelahiran Nabi Muhammad tidak hanya berkaitan dengan tanggal atau tempat kelahiran. Lebih jauh, momen tersebut menjadi kesempatan untuk memahami kembali perjuangan, keteladanan, dan ajaran yang dibawa Rasulullah.