JawaPos.com - Tahun baru Hijriah menjadi momen istimewa bagi umat Islam untuk melakukan introspeksi diri sekaligus memperbaiki kualitas ibadah.
Pergantian tahun dalam kalender Islam bukan hanya tentang perubahan waktu, tapi juga menjadi pengingat bahwa setiap perjalanan hidup harus diisi dengan amalan kebaikan dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Menjelang akhir tahun Hijriah, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak doa dan memohon ampun atas segala kekhilafan yang telah dilakukan selama satu tahun sebelumnya.
Doa akhir tahun menjadi bentuk pengakuan seorang hamba atas keterbatasan dirinya serta harapan agar Allah SWT mengampuni dosa-dosa dan menerima amalan kebaikannya.
Baca Juga: 40 Kata-Kata Tahun Baru Islam 2026 yang Menyentuh Hati untuk WhatsApp dan Media Sosial
Sementara itu, memasuki awal tahun 1448 Hijriah, umat Islam dapat memanjatkan doa sebagai bentuk permohonan perlindungan dan keberkahan dalam menjalani kehidupan di tahun yang baru.
Doa awal tahun berisi harapan agar Allah SWT memberikan kekuatan untuk menjauhi godaan, memperbaiki diri, serta menjalankan aktivitas yang semakin mendekatkan kepada-Nya.
Dalam kitab Maslakul Akhyar, terdapat doa akhir tahun dan doa awal tahun yang sering diamalkan ketika memasuki pergantian tahun Hijriah. Doa-doa tersebut berisi permohonan ampun dan harapan agar amalan diterima, serta permintaan petunjuk agar perjalanan hidup di tahun berikutnya dipenuhi kebaikan dan keberkahan.
Dengan membaca doa akhir tahun dan awal tahun Hijriah, umat Islam diharapkan dapat menjadikan pergantian tahun sebagai kesempatan untuk memperbanyak syukur, memperbaiki diri, serta menata kembali niat agar kehidupan di tahun baru lebih dekat dengan Allah SWT.
Doa akhir tahun sebaiknya dibaca sebanyak tiga kali pada waktu setelah shalat Ashar hingga sebelum azan Magrib berkumandang.
Sedangkan doa awal tahun sebaiknya dibaca tiga kali setelah shalat Magrib pada malam 1 Muharram.
Berikut doa akhir tahun dan doa awal tahun lengkap dengan tulisan Arab, latin, dan artinya:
Doa Akhir Tahun Hijriah
اَللّٰهُمَّ مَا عَمِلْتُ مِنْ عَمَلٍ فِي هٰذِهِ السَّنَةِ مَا نَهَيْتَنِي عَنْهُ وَلَمْ أَتُبْ مِنْهُ وَحَلُمْتِ فِيْها عَلَيَّ بِفَضْلِكَ بَعْدَ قُدْرَتِكَ عَلَى عُقُوْبَتِيْ وَدَعَوْتَنِيْ إِلَى التَّوْبَةِ مِنْ بَعْدِ جَرَاءَتِيْ عَلَى مَعْصِيَتِكَ فَإِنِّي اسْتَغْفَرْتُكَ فَاغْفِرْلِيْ وَمَا عَمِلْتُ فِيْهَا مِمَّا تَرْضَى وَوَعَدْتَّنِي عَلَيْهِ الثَّوَابَ فَأَسْئَلُكَ أَنْ تَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَلَا تَقْطَعْ رَجَائِيْ مِنْكَ يَا كَرِيْمُ
Latin:
Allâhumma mâ ‘amiltu min ‘amalin fî hâdzihi sanati mâ nahaitanî ‘anhu, wa lam atub minhu, wa hamalta fîhâ ‘alayya bi fadhlika ba‘da qudratika ‘alâ ‘uqûbatî, wa da‘autanî ilat taubati min ba‘di jarâ’atî ‘alâ ma‘shiyatik. Fa innî astaghfiruka, faghfirlî wa mâ ‘amiltu fîhâ mimmâ tardhâ, wa wa‘attanî ‘alaihits tsawâba, fa’as’aluka an tataqabbala minnî wa lâ taqtha‘ rajâ’î minka yâ karîm.
Artinya:
“Tuhanku, aku meminta ampun atas perbuatanku di tahun ini yang termasuk Kau larang, sementara aku belum sempat bertobat, perbuatanku yang Kau maklumi karena kemurahan-Mu, sementara Kau mampu menyiksaku, dan perbuatan (dosa) yang Kau perintahkan untuk tobat, sementara aku menerjangnya yang berarti mendurhakai-Mu. Tuhanku, aku berharap Kau menerima perbuatanku yang Kau ridhai di tahun ini dan perbuatanku yang terjanjikan pahala-Mu. Janganlah kau membuatku putus asa. Wahai Tuhan Yang Maha Pemurah.”
Doa Awal Tahun Hijriah
اَللّٰهُمَّ أَنْتَ الأَبَدِيُّ القَدِيمُ الأَوَّلُ وَعَلَى فَضْلِكَ العَظِيْمِ وَكَرِيْمِ جُوْدِكَ المُعَوَّلُ، وَهٰذَا عَامٌ جَدِيْدٌ قَدْ أَقْبَلَ، أَسْأَلُكَ العِصْمَةَ فِيْهِ مِنَ الشَّيْطَانِ وَأَوْلِيَائِهِ، وَالعَوْنَ عَلَى هٰذِهِ النَّفْسِ الأَمَّارَةِ بِالسُّوْءِ، وَالاِشْتِغَالَ بِمَا يُقَرِّبُنِيْ إِلَيْكَ زُلْفَى يَا ذَا الجَلَالِ وَالإِكْرَامِ
Latin:
Allâhumma antal abadiyyul qadîmul awwal. Wa ‘alâ fadhlikal ‘azhîmi wa karîmi jûdikal mu‘awwal. Hâdzâ ‘âmun jadîdun qad aqbal. As’alukal ‘ishmata fîhi minas syaithâni wa auliyâ’ih, wal ‘auna ‘alâ hâdzihin nafsil ammârati bis sû’I, wal isytighâla bimâ yuqarribunî ilaika zulfâ, yâ dzal jalâli wal ikrâm.
Artinya:
“Tuhanku, Kau yang Abadi, Qadim, dan Awal. Atas karunia-Mu yang besar dan kemurahan-Mu yang mulia, Kau menjadi pintu harapan. Tahun baru ini sudah tiba. Aku berlindung kepada-Mu dari bujukan Iblis dan para walinya di tahun ini. Aku pun mengharap pertolongan-Mu dalam mengatasi nafsu yang kerap mendorongku berlaku jahat. Kepada-Mu, aku memohon bimbingan agar aktivitas keseharian mendekatkanku pada rahmat-Mu. Wahai Tuhan Pemilik Kebesaran dan Kemuliaan.”
Baca Juga: Kemenag Dukung Pelaksanaan Festival Dunia Baru Islam pada Tahun Baru 1448 Hijriah