← Beranda
Ketimpangan Distribusi Disorot, Gerakan Kurban Didorong Jangkau Wilayah Krisis Pangan
Dimas ChoirulRabu, 6 Mei 2026 | 01.29 WIB
Distribusi kurban Laznas DT Peduli jangkau wilayah krisis. (Istimewa)

 

JawaPos.com–Ketimpangan distribusi daging kurban antara kota besar dan wilayah krisis kembali menjadi sorotan. Di tengah berlebihnya pasokan di perkotaan, jutaan warga di daerah konflik dan pelosok masih kesulitan mengakses pangan bergizi.

Laporan Food and Agriculture Organization (FAO) dan World Food Programme (WFP) menyebutkan bahwa akses terhadap protein hewani masih menjadi kemewahan yang sulit digapai masyarakat di zona konflik dan daerah terdampak bencana.

Berangkat dari kondisi tersebut, sebuah gerakan kurban dengan pendekatan berbeda, mengusung misi sosial hingga ke tingkat global dan menjangkau masyarakat paling membutuhkan.

Baca Juga: Tenang, Rek! Jatim Surplus 558 Ribu Sapi Kurban Jelang Idul Adha 2026

”Qurban tahun ini berbeda. Yang asalnya lokal, sekarang akan bergerak ke internasional,” ujar Direktur Utama Lembaga Amil Zakat Nasional (Laznas) DT Peduli Jajang Nurjaman, dalam acara Qurban Peduli Negeri (QPN) 2026, dikutip Selasa (5/5).

Dia menekankan bahwa lembaganya kini memposisikan diri sebagai jembatan yang menghubungkan kekuatan umat muslim di Indonesia dengan mereka yang membutuhkan di seluruh dunia.

”Lokal kita akan kuatkan, nasional kita akan luaskan, dan internasional, kita juga akan masuk ke level tersebut. Ini adalah upaya penguatan peradaban,” tambah Jajang Nurjaman.

Baca Juga: Lebaran Idul Adha, Dewi Perssik Kurban 2 Ekor Sapi dengan Berat 1,3 Ton

Keberanian DT Peduli untuk meluaskan sayap pada 2026 ini bukan tanpa dasar. Menengok ke belakang, dalam QPN 2025, sebanyak 184.844 jiwa telah merasakan manfaat dari 577 ekor sapi, 3.290 ekor domba, dan 60 ekor unta.

Jejak kebaikan tersebut tersebar di 1.439 titik tebar yang mencakup 34 provinsi di Indonesia, bumi Gaza di Palestina, hingga kamp pengungsian di Yordania. Angka tersebut adalah pijakan untuk melangkah lebih jauh demi dampak dan keberkahan yang lebih luas.

Tahun ini, target sebaran manfaat melonjak drastis. Di dalam negeri, daging kurban dipastikan akan menyapa masyarakat di seluruh penjuru Nusantara, tepatnya di 38 provinsi. Sementara di kancah internasional, jangkauan diperluas hingga lebih dari 30 negara di kawasan Asia, Afrika, Timur Tengah, hingga Amerika dan Eropa.

Selain Palestina, negara-negara yang tengah dirundung duka dan kemiskinan seperti Yaman, Suriah, Somalia, Uganda, dan Sudan menjadi prioritas. Tak hanya itu, syiar qurban juga akan menyentuh komunitas muslim di Thailand, Kamboja, Laos, Myanmar, Vietnam, FIlipina, Timur Leste, Korea Selatan, China, Srilangka, India, Bangladesh, Afganistan, Suriah, Lebanon, Turki, Jerman, Spanyol, Prancis, Australia, Selandia Baru, Papua Nugini, Tiongkok, Rusia, hingga Amerika Serikat.

Ketua Pelaksana Qurban Impact Iwan Firmansyah menjelaskan, filosofi Impact yang dibawa tahun ini memiliki makna jangkauan kebermanfaatan yang lebih masif. Aksi ini dirancang agar setiap amanah dipastikan sampai kepada mereka yang paling membutuhkan.

Qurban Impact ini bukan hanya sekadar pendistribusian, tapi ini bisa memberikan manfaat secara luas, secara global, kemudian kebermanfaatannya lebih luas lagi, yang awalnya hanya cabang saja ditambah Indonesia timur, namun tahun ini pasti 38 provinsi dan 30 negara. Kita jaga keikhlasan dari awal hingga akhir,” jelas Iwan.

Baca Juga: Kemenag Tegaskan Tak Ada Larangan Bagi Umat Muslim Sembelih Hewan Kurban Secara Pribadi

Dia menambahkan, akan menjangkau kelompok-kelompok rentan, mulai dari warga di pelosok yang jarang tersentuh bantuan, para mualaf yang sedang menguatkan iman, hingga saudara-saudara yang tertindas di wilayah konflik. Ini adalah momen untuk terhubung (connect), peduli (care), dan berbagi (share) tanpa sekat batas negara.

EDITOR: Latu Ratri Mubyarsah