← Beranda
Puasa Ayyamul Bidh: 9 Pahala Besar dan Keistimewaan yang Jarang Disadari Umat Muslim yang Didukung Psikologi Islam Modern
Risma Aris MayaMinggu, 1 Februari 2026 | 21.36 WIB
Meningkatkan kedekatan dengan Allah SWT adalah salah satu keistimewaan puasa Ayyamul Bidh (freepik)

JawaPos.com – Puasa Ayyamul Bidh merupakan salah satu amalan sunnah yang sering disebut ringan namun memiliki pahala dan keutamaan luar biasa. Dilaksanakan setiap tanggal 13,14 dan 15 di bulan Hijriah.

Tak hanya itu, puasa ini juga menjadi amalan favorit Rasulullah Saw dan para sahabat.

Menariknya lagi, selain bernilai ibadah tinggi, puasa Ayyamul Bidh juga terbukti membawa dampak positif bagi pengendalian diri, kesehatan mental dan ketenangan batin sebagaimana setelah dikaji dalam penelitian ilmiah modern.

Lantas apa saja pahala dan keistimewaan puasa Ayyamul Bidh yang membuatnya begitu istimewa?

Dilansir dari laman Badan Amil Zakat Nasional Kota Yogyakarta dan Antara, Minggu (1/2) berikut ulasan lengkapnya :

  1. Pahala seperti puasa setahun penuh

Dalam hadist shahih riwayat Muslim, Rasulullah SAW menjelaskan bahwa puasa 3 hari setiap bulan setara dengan puasa sepanjang tahun. Hal ini karena satu kebaikan dilipatgandakan sepuluh kali oleh Allah SWT.

Studi Journal of Religion and Health (2020) menunjukkan bahwa keyakinan terhadap pahala yang berlipat meningkatkan konsistensi ibadah dan kesejahteraan spiritual.

  1. Amalan istimewa dengan balasan tanpa batas

Ayyamul Bidh termasuk puasa sunnah yang hampir tidak pernah ditinggalkan Rasulullah SAW baik saat safar maupun mukim. Ini menunjukkan kedudukannya yang sangat utama.

Meneladani kebiasaan Nabi terbukti meningkatkan makna hidup seorang muslim. Riset Psychology of Religion and Spirituality (2021) menyebutkan bahwa praktik religius berbasis keteladanan figure spiritual memperkuat identitas dan ketenangan batin.

  1. Sunnah yang tak pernah ditinggalkan Nabi

Puasa termasuk ibadah yang balasannya langsung dari Allah SWT sebagaimana disebutkan dalam hadits qudsi ini. Hal ini menjadikan puasa Ayyamul Bidh memiliki nilai spiritual yang sangat tinggi.

Dalam psikologi spiritual modern, praktik menahan diri secara sadar dikaitkan dengan meningkatkan self regulation dan kepuasan hidup jangka panjang (Frontiers in Psychology,2022).

  1. Dapat masuk dari pintu khusus di Surga

Orang-orang yang gemar berpuasa akan dipanggil melalui pintu Ar-Rayyan di surga. Keistimewaan ini menunjukkan kemuliaan ibadah puasa di sisi Allah.

Harapan spiritual seperti ini terbukti meningkatkan ketahanan mental. Studi Journal of Positive Psychology (2023) menyebutkan bahwa keyakinan akan ganjaran akhirat meningkatkan optimisme dan daya tahan menghadapi kesulitan hidup.

  1. Dapat melatih pengendalian diri dan nafsu

Puasa bukan hanya tentang menahan makan dan minum tetapi juga soal mengendalikan diri dan nafsu mulai dari amarah hingga hal-hal yang tidak bermanfaat.

Puasa Ayyamul Bidh ini bisa melatih disiplin, kesabaran dan kemampuan menahan dorongan baik fisik maupun emosional.

Menariknya, penelitian Self and Identity (2020) menemukan bahwa latihan pengendalian diri berbasis spiritual lebih efektif dan bertahan lama dibandingkan kontrol diri berbasis paksaan.

  1. Menjaga kesehatan tubuh dan pikiran

Puasa berkala seperti Ayyamul Bidh sejalan dengan konsep Intermittent Fasting yang banyak diteliti dalam dunia kesehatan modern.

Puasa ini bisa membantu proses detoksifikasi tubuh, meningkatkan metabolisme, serta memberi jeda bagi sistem pencernaan untuk beristirahat. Bahkan secara mental, puasa juga menumbuhkan rasa syukur dan ketenangan batin.

Studi di New England Journal of Medicine (2019-2022) menunjukkan puasa berkala membantu regulasi metabolisme menurunkan peradangan serta meningkatkan kejernihan mental sebagaimana hal ini selaras dengan hikmah puasa dalam Islam.

  1. Meningkatkan ketakwaan dan kedekatan dengan Allah

Puasa tidak hanya menahan lapar dan dahaga tetapi juga mendidik hati untuk lebih sadar akan kehadiran Allah dalam setiap aktivitas. Pasalnya rasa hening dan ikhlas saat menahan diri membuat iman akan tumbuh dan kesadaran spiritual juga akan meningkat.

  1. Meneladani Rasulullah dan generasi terdahulu

Melaksanakan puasa Ayyamul Bidh berarti mengikuti jejak Rasulullah, para sahabat dan ulama salaf yang menjaga amalan ini secara konsisten.

Dalam psikologi sosial, meniru perilaku teladan moral terbukti memperkuat nilai hidup dan stabilitas emosi (Journal of Moral Education, 2020).

  1. Menjadi perisai dari perbuatan maksiat

Puasa berfungsi sebagai perisai dari hawa nafsu dan perilaku menyimpang sebagaimana sabda Rasulullah SAW.

Penelitian Journal of Behavioral Addictions (2022) menunjukkan bahwa praktik puasa dan pengendalian diri religius berkorelasi dengan penurunan perilaku impulsif dan adiktif. ***

EDITOR: Novia Tri Astuti