← Beranda
Menelusuri Awal Mula Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW sebagai Tradisi Spiritual Umat Islam Dunia
Risma Azzah FatinSabtu, 6 September 2025 | 17.41 WIB
Maulid Nabi Muhammad SAW. (Freepik)

JawaPos.com – Perayaan Maulid Nabi Muhammad memiliki arti penting bagi umat Islam di seluruh dunia.

Dilansir dari laman Ulum al-Azhar pada Sabtu (6/9), Maulid Nabi dipandang sebagai momen mengenang kelahiran Nabi yang membawa rahmat bagi semesta. Tradisi ini bukan sekadar peringatan sejarah, melainkan wujud cinta kepada Rasulullah.

Secara bahasa, istilah maulid berarti kelahiran. Dalam konteks Islam, Maulid Nabi merujuk pada peringatan hari lahir Nabi Muhammad. Sebagian besar ulama sepakat bahwa beliau lahir pada 12 Rabi’ al-Awwal dalam kalender Hijriah.

Baca Juga: Tradisi Walima di Gorontalo: Perayaan Meriah Maulid Nabi dengan Tolangga dan Dikili yang Kaya Makna Budaya

Makna Maulid Nabi tidak hanya sebatas mengenang masa lalu. Peringatan ini juga menjadi sarana merenungkan sifat-sifat mulia Nabi Muhammad. Melalui Maulid, umat Islam memperbarui kecintaan dan komitmen untuk mengikuti sunnah beliau.

Sejarah mencatat bahwa perayaan Maulid Nabi baru dilakukan secara resmi beberapa abad setelah wafatnya Rasulullah.

Pada abad ke-10 hingga ke-12, penguasa Dinasti Fatimiyah di Mesir mulai mengadakan acara publik memperingati kelahiran Nabi. Perayaan tersebut kemudian berkembang luas di berbagai wilayah Islam.

Baca Juga: Asal Usul Maulid Nabi SAW: Benarkah Tidak Ada di Zaman Rasulullah?

Puncak awal penyelenggaraan besar-besaran terjadi pada abad ke-13. Sultan al-Muzaffar di Irbil, wilayah yang kini termasuk Irak, menggelar perayaan Maulid Nabi dengan sangat meriah. Acara itu dihadiri oleh ulama, sufi, dan masyarakat umum.

Tradisi tersebut kemudian terus diwariskan dan menjadi bagian penting dalam budaya Islam. Para penyair menulis puisi yang memuji Nabi Muhammad.

Sementara ulama menyampaikan nasihat tentang akhlak beliau. Masyarakat pun menjadikan Maulid sebagai momentum memperbanyak amal kebaikan.

Dari masa ke masa, Maulid Nabi menempati posisi istimewa dalam kehidupan umat Islam. Peringatan ini menggabungkan aspek spiritual, sosial, dan budaya yang hidup berdampingan. Hingga kini, Maulid Nabi tetap dirayakan dengan penuh makna dan rasa syukur.

EDITOR: Setyo Adi Nugroho