JawaPos.com - Dua gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,9 dan 6,3 mengguncang wilayah Samudra Pasifik di dekat Vanuatu pada Sabtu (24/10). Kedua gempa terjadi dalam rentang waktu sekitar empat menit dengan kedalaman 10 kilometer.
Rentetan gempa tersebut sempat memicu peringatan tsunami yang dikeluarkan Pusat Peringatan Tsunami Pasifik (Pacific Tsunami Warning Center).
Survei Geologi Amerika Serikat atau United States Geological Survey (USGS) mencatat, gempa pertama berkekuatan magnitudo 6,9 terjadi pada pukul 13.31 waktu setempat.
Pusat gempa berada sekitar 197 kilometer di barat laut hingga barat-barat laut Port-Olry, Vanuatu.
Empat menit kemudian, tepatnya pukul 13.35 waktu setempat, gempa kedua dengan magnitudo 6,3 mengguncang wilayah sekitar 170 kilometer di barat laut Port-Olry.
USGS melaporkan kedua gempa tersebut terjadi pada kedalaman sekitar 10 kilometer.
Kedalaman yang relatif dangkal membuat aktivitas seismik di kawasan tersebut perlu diwaspadai, terutama karena gempa bawah laut berpotensi memicu tsunami dalam kondisi tertentu.
Peringatan Tsunami Dikeluarkan
Melansir ChinaDailyHK, Pusat Peringatan Tsunami Pasifik mengeluarkan peringatan tsunami menyusul dua gempa kuat yang terjadi hampir berurutan tersebut.
Meski demikian, belum ada laporan langsung mengenai korban jiwa maupun kerusakan bangunan akibat guncangan tersebut berdasarkan informasi awal yang tersedia.
Peringatan tsunami merupakan langkah antisipasi terhadap kemungkinan terjadinya gelombang laut berbahaya setelah gempa bawah laut.
Dampaknya bergantung pada sejumlah faktor, termasuk mekanisme patahan, pergerakan dasar laut, serta lokasi dan karakteristik gempa.
Informasi mengenai perkembangan peringatan, wilayah yang berpotensi terdampak, dan kondisi di sekitar pusat gempa menjadi hal penting untuk diperhatikan setelah kejadian.
Vanuatu Berada di Kawasan Cincin Api Pasifik
Vanuatu merupakan negara kepulauan di Samudra Pasifik yang berada di kawasan Cincin Api Pasifik (*Pacific Ring of Fire*).
Wilayah ini membentang mengikuti zona pertemuan lempeng tektonik dan dikenal memiliki aktivitas gempa bumi serta gunung berapi yang tinggi.
Negara-negara Pasifik lainnya, termasuk Fiji dan Tonga, juga berada di kawasan yang dipengaruhi aktivitas tektonik tersebut.
Cincin Api Pasifik terbentuk karena interaksi sejumlah lempeng bumi, termasuk proses penunjaman ketika satu lempeng bergerak ke bawah lempeng lainnya.
Aktivitas tersebut dapat memicu gempa bumi dengan kekuatan beragam, mulai dari guncangan ringan hingga gempa besar yang berpotensi menimbulkan kerusakan.
Dua gempa yang mengguncang perairan dekat Vanuatu dalam waktu berdekatan kembali menunjukkan tingginya aktivitas seismik di kawasan tersebut.
Perkembangan peringatan tsunami dan laporan dampak di lapangan menjadi informasi penting untuk memastikan tingkat risiko setelah gempa.