← Beranda
Ancaman Bom Bikin Austrian Airlines Asal Tel Aviv Mendarat Darurat di Sofia
Rian Alfianto• Selasa, 20 Oktober 2026 | 00.28 WIB
Ilustrasi pesawat Austrian Airlines. (CC BY-SA 4.0/Ptrump16).

JawaPos.com - Pesawat Austrian Airlines yang terbang dari Tel Aviv, Israel, menuju Wina, Austria, terpaksa mendarat di Sofia, Bulgaria, pada Minggu (18/10) malam waktu setempat. Hal tersebut terjadi setelah maskapai menerima ancaman bom.

Di Sofia, otoritas bandara bersama kepolisian melakukan pemeriksaan terhadap pesawat, penumpang, dan awak kabin. Namun mereka tidak menemukan benda berbahaya sehingga penerbangan kembali dilanjutkan ke tujuan semula.

Maskapai Austrian Airlines mengonfirmasi insiden tersebut dalam pernyataan pada Senin (19/10). Pendaratan di Sofia dilakukan sebagai langkah pengamanan setelah muncul ancaman terhadap penerbangan bernomor OS82 itu.

“Kami mengonfirmasi adanya ancaman terhadap penerbangan OS82 pada 18 Oktober 2026, dari Tel Aviv menuju Wina (TLV ke VIE), yang mengharuskan pesawat melakukan pendaratan antara di Sofia (SOF),” kata Austrian Airlines dalam pernyataannya dilansir via Reuters.

Maskapai menyatakan pemeriksaan menyeluruh terhadap pesawat, penumpang, dan awak kabin tidak menemukan indikasi bahaya. Setelah proses pemeriksaan selesai, seluruh penumpang kembali naik ke pesawat untuk melanjutkan perjalanan menuju Wina.

Sementara itu, kantor berita Bulgaria (BTA) melaporkan kalau awak pesawat melaporkan ancaman bom ketika pesawat mendekati perbatasan Rumania. Menyusul laporan tersebut, Angkatan Udara Bulgaria mengerahkan jet tempur MiG-29.

Surat kabar Israel Haaretz melaporkan bahwa ancaman tersebut diduga disampaikan melalui telepon oleh seorang warga negara Austria yang tidak berada di dalam pesawat. Namun, laporan itu tidak menyebutkan sumber informasi tersebut secara terperinci. Belum ada keterangan lebih lanjut mengenai identitas pihak yang menyampaikan ancaman maupun motif di balik insiden tersebut.

Pesawat terebut membawa 51 penumpang dan enam awak. Berdasarkan data situs pelacakan penerbangan Flightradar24, pesawat tersebut merupakan jenis Airbus A320-200, jenis pesawat berbadan sempit yang digunakan untuk penerbangan jarak pendek hingga menengah.

Austrian Airlines merupakan bagian dari Lufthansa Group. Hingga laporan ini disusun, Bandara Wina, Kementerian Dalam Negeri Austria, dan Lufthansa Group belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar terkait insiden tersebut.

 

Menteri Dalam Negeri Austria dan Bulgaria dijadwalkan menggelar konferensi pers di Wina pada Senin pukul 11.00 waktu setempat. Pertemuan tersebut telah dijadwalkan sebelumnya, sehingga belum dapat dipastikan apakah insiden penerbangan ini akan menjadi salah satu agenda pembahasan.

Insiden Terjadi di Tengah Kekhawatiran Keamanan Penerbangan Israel

Ancaman bom terhadap penerbangan Austrian Airlines itu terjadi kurang dari tiga pekan setelah insiden lain yang melibatkan pesawat menuju Israel.

Pada 30 September lalu, seorang kopilot maskapai flydubai yang berkewarganegaraan Oman diduga menyerang kapten pesawat menggunakan kapak ketika pesawat berada dalam penerbangan dari Dubai menuju Tel Aviv.

Jaksa Agung Uni Emirat Arab pekan lalu menyatakan bahwa kopilot tersebut diduga berniat mengambil alih pesawat dan menabrakkannya ke sebuah terminal di Bandara Ben Gurion, Israel, dalam aksi bunuh diri. Rencana itu disebut berhasil digagalkan oleh kapten pesawat.

Kedua insiden tersebut memiliki konteks dan karakteristik berbeda. Dalam kasus Austrian Airlines, ancaman bom memicu pengalihan penerbangan dan pemeriksaan keamanan, tetapi tidak ditemukan benda berbahaya. Sementara itu, kasus flydubai melibatkan dugaan serangan langsung oleh seorang awak pesawat terhadap kapten.

Meski demikian, rangkaian peristiwa tersebut kembali menempatkan prosedur keamanan penerbangan yang terhubung dengan Israel dalam perhatian, terutama terkait penanganan ancaman, respons otoritas penerbangan, dan perlindungan penumpang serta awak pesawat.

 

EDITOR: Diar Candra