← Beranda
Bezos Kucurkan USD 25 Juta untuk Lindungi Laut Pasifik, Dana Iklimnya Masih Tersisa USD 7,6 Miliar
Mellyna Putri Diniar• Jumat, 2 Oktober 2026 | 04.13 WIB
Jeff Bezos bersama istrinya, Lauren Sanchez Bezos, yang turut aktif dalam kegiatan filantropi Bezos Earth Fund (Fortune)

 

JawaPos.com - Jeff Bezos melalui Bezos Earth Fund mengucurkan lebih dari USD 25 juta atau sekitar Rp447,5 miliar dengan kurs Rp17.900 per dolar AS untuk memperluas perlindungan laut di Pasifik. Hibah yang diumumkan 17 September itu mencakup lebih dari 625.000 mil persegi lautan, area yang lebih luas daripada Alaska, di Kepulauan Cook, Kiribati, Papua Nugini, Tonga, dan Vanuatu.

Dana tersebut merupakan pencairan tahap kedua dari komitmen USD 100 juta atau sekitar Rp1,79 triliun yang dibuat Bezos Earth Fund pada 2023 melalui program Unlocking Blue Pacific Prosperity. Setelah tahap pertama senilai USD 37,5 juta pada 2025, total dana yang telah diberikan mencapai USD 63,3 juta atau sekitar Rp1,13 triliun. Program itu menargetkan pengelolaan berkelanjutan seluruh perairan Pasifik serta perlindungan sedikitnya 30 persen wilayah laut pada 2030.

Pelaksanaannya dipimpin Lauren Sánchez Bezos, istri Jeff Bezos sekaligus wakil ketua Bezos Earth Fund. Sejak menikah dengan Bezos pada Juni 2025, Sánchez semakin aktif dalam kegiatan filantropi keluarga tersebut. Dana hibah itu akan digunakan Papua Nugini untuk membentuk kawasan perlindungan laut lepas berskala besar pertamanya, memperluas kawasan lindung di Tonga, mendukung taman laut Marae Moana di Kepulauan Cook, serta menyusun rencana perlindungan habitat di Kiribati dan Vanuatu.

Selain kawasan perairan nasional, sebagian dana diberikan kepada Rare, organisasi konservasi yang berfokus pada perlindungan lingkungan, untuk membantu pemerintah negara-negara Pasifik menyusun proposal perlindungan laut lepas berdasarkan Perjanjian Laut Lepas PBB yang mulai berlaku pada Januari.

Perjanjian tersebut menyediakan kerangka hukum untuk melindungi keanekaragaman hayati di perairan internasional. Rocky Sanchez Tirona dari Rare mengatakan organisasi itu siap mendukung negara-negara Pasifik dalam penerapan perjanjian.

Baca Juga: Salip Jeff Bezos, Michael Dell Naik ke Posisi Orang Terkaya Ketiga Berkat Ledakan Server AI Dell

Bagi Sánchez Bezos, upaya itu tidak terlepas dari peran laut dalam kehidupan masyarakat Pasifik. "Di sana, laut bukan sekadar pemandangan indah. Laut adalah jalan, dapur, dan halaman belakang," ujarnya. Dengan putaran terbaru, 17 dari 22 negara dan wilayah Pasifik kini terlibat dalam upaya melindungi serta mengelola perairan mereka secara berkelanjutan.

Urgensi pendanaan itu semakin jelas karena kondisi laut Pasifik memburuk. Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) menyebut kawasan Pasifik Barat Daya semakin panas dan asam, sementara gelombang panas laut mengganggu ekosistem serta perikanan. Tahun 2025 tercatat sebagai tahun terpanas kedua dalam sejarah kawasan tersebut setelah 2024.

Tekanan iklim juga berdampak pada ketahanan pangan, kesehatan, infrastruktur, dan mata pencaharian. "Di seluruh Asia dan Pasifik, panas yang meningkat memperbesar risiko berbagai bencana, beririsan dengan sistem pangan, kesehatan masyarakat, infrastruktur, dan lautan, serta menambah tekanan terhadap kesehatan dan penghidupan," kata Armida Salsiah Alisjahbana, Sekretaris Eksekutif Komisi Ekonomi dan Sosial PBB untuk Asia dan Pasifik.

Kondisi itu sekaligus memperkuat urgensi pendanaan konservasi di Pasifik. Namun, perluasan perlindungan laut tersebut berlangsung ketika Bezos Earth Fund masih mengejar komitmen iklim yang jauh lebih besar.

Bezos pada 2020 menjanjikan USD 10 miliar atau sekitar Rp179 triliun untuk memerangi perubahan iklim hingga 2030. Hampir tujuh tahun kemudian, baru sekitar USD 2,4 miliar atau Rp42,96 triliun yang telah disalurkan, sehingga sekitar USD 7,6 miliar atau Rp136,04 triliun masih harus diberikan dalam waktu kurang dari lima tahun.

Untuk memenuhi target tersebut, dana itu perlu menyalurkan rata-rata sekitar USD 1,8 miliar atau Rp32,22 triliun per tahun hingga 2030. Setelah pengeluaran turun menjadi USD 183 juta pada 2025, penyaluran kembali meningkat setidaknya menjadi USD 400 juta pada 2026. Kelly Levin, kepala sains, data, dan perubahan sistem Bezos Earth Fund, menjelaskan pendekatan mereka.

"Kami meluangkan waktu sebelum masuk ke suatu bidang untuk memahaminya dan memastikan kami memberikan dampak sebesar mungkin," katanya kepada Bloomberg.

Dalam beberapa bulan terakhir, Bezos Earth Fund juga menyalurkan atau mengalokasikan USD 34 juta untuk pengembangan material tekstil berkelanjutan, USD 26 juta untuk deteksi dan pencegahan kebakaran hutan, USD 100 juta untuk mengubah lahan kota kosong menjadi taman di delapan kota AS, serta USD 100 juta bersama Re:wild milik Leonardo DiCaprio untuk menyelamatkan spesies paling terancam. 

Bagi Bezos, menyalurkan dana untuk tujuan sosial juga bukan perkara sederhana. "Tidak mudah. Membangun Amazon juga tidak mudah. Saya menemukan bahwa melakukan filantropi ternyata memiliki tantangan yang hampir sama," katanya kepada CNN pada 2022.

Baca Juga: Bezos Bawa Ambisi AI ke Dunia Fisik, Project Prometheus Sewa Fasilitas Manufaktur di Oakland

EDITOR: Candra Mega Sari