JawaPos.com - Salam lintas agama kembali disampaikan Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Sugiono dalam Sidang ke-81 Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, Amerika Serikat.
Sugiono menggunakan salam tersebut saat membuka pernyataan nasional Indonesia dalam General Debate Sidang Umum PBB, Sabtu (26/9/2026). Indonesia menekankan pentingnya ketahanan nasional sebagai bagian dari ketahanan kawasan hingga global.
“Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, Shalom, Salve, Om Swastiastu, Namo Buddhaya, Rahayu, semoga damai menyertai kita semua,” kata Sugiono mengawali pernyataannya di hadapan para delegasi.
Seperti dipantau melalui siaran langsung dari Jakarta, salam lintas agama tersebut mendapat tepuk tangan dari para delegasi yang hadir.
Dalam pidatonya, Sugiono menyinggung keberagaman Indonesia sebagai salah satu kekuatan dalam membangun ketahanan nasional. Menurut dia, persatuan tetap dapat dijaga meski Indonesia memiliki keberagaman suku, budaya, dan keyakinan.
Baca Juga: Pimpinan Negara Pasifik Soroti Ancaman Perubahan iklim di Sidang Majelis Umum PBB
Dia menekankan keberagaman bukan sesuatu yang harus ditaklukkan. Sebaliknya, keberagaman perlu dikelola, dihargai, dan dijadikan kekuatan melalui partisipasi demokrasi, dialog, serta penghormatan terhadap perbedaan.
“Dari Aceh ke Papua, dari Miangas hingga Rote, Indonesia adalah satu bangsa,” ujar Sugiono.
Kembali Digunakan di Forum PBB
Salam lintas agama juga disampaikan Sugiono saat menutup pidatonya yang berlangsung sekitar 17 menit.
“Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, Shalom, Salve, Om Shanti Shanti Shanti Om, Namo Buddhaya, Rahayu,” katanya.
Ucapan tersebut kembali disambut tepuk tangan para delegasi.
Penggunaan salam lintas agama oleh Sugiono melanjutkan tradisi yang sebelumnya dilakukan Presiden Prabowo Subianto saat menyampaikan pidato pada Sidang ke-80 Majelis Umum PBB pada 2025.
Kala itu, Prabowo juga menggunakan sejumlah salam lintas agama ketika menutup pidatonya. Dalam kesempatan tersebut, Prabowo menekankan pentingnya persaudaraan lintas agama dalam membangun perdamaian dunia.
Prabowo menyampaikan bahwa bangsa Arab, Yahudi, Muslim, Kristen, Hindu, Buddha, dan penganut berbagai keyakinan perlu hidup sebagai satu keluarga besar umat manusia dengan saling menghormati perbedaan.
“Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Shalom, Om Shanti Shanti Shanti Om, Namo Buddhaya. Terima kasih banyak. Semoga Tuhan memberkati kita semua, semoga perdamaian menyertai kita semua,” tutup Prabowo saat itu.
Sidang ke-81 Majelis Umum PBB berlangsung sepanjang September 2026 dengan General Debate digelar pada 22–26 September dan dilanjutkan pada 28 September. Tema sidang tahun ini adalah “Restoring Trust, Managing Transformation: A United Nations That Delivers for All”.