← Beranda
PM Irlandia Sebut Masyarakat Internasional Gagal Lindungi Palestina
Antara• Jumat, 25 September 2026 | 22.03 WIB
Warga Palestina di Gaza menghadapi frustrasi yang semakin meningkat dan hilangnya harapan untuk fase selanjutnya (Al-Jazeera)

 

 

JawaPos.com - Perdana Menteri Irlandia Micheal Martin mengatakan, komunitas internasional telah gagal terhadap rakyat Palestina. Hal itu dikatakannya saat berbicara dalam Sidang Umum PBB di New York pada Kamis (24/9), 

Hal ini karena menruut Martin, tatanan hukum internasional berada di bawah "tekanan yang luar biasa", seraya memperingatkan kekerasan, pembatasan bantuan kemanusiaan, dan perluasan permukiman mengancam prospek perdamaian jangka panjang.

"Penolakan terhadap hak asasi manusia mendasar bagi jutaan orang di seluruh dunia tetap menjadi salah satu tantangan utama pada zaman kita," katanya, dilansir dari Antara, Jumat (25/9).

Martin mengatakan fase pertama rencana perdamaian Gaza yang disepakati Israel dan Hamas pada Oktober lalu patut disambut, tetapi belum mengubah kondisi secara mendasar.

Menurutnya serangan Israel, pembatasan bantuan kemanusiaan, dan penderitaan warga sipil di Gaza masih berlanjut.

"Kita, sebagai komunitas internasional secara kolektif, telah gagal terhadap Palestina," kata Martin, merujuk pada penderitaan warga sipil yang terus berlangsung di Gaza dan Tepi Barat.

"Ketika kebenaran sepenuhnya mengenai apa yang telah terjadi dan masih terjadi di Gaza akhirnya diketahui, ketika bukti dikumpulkan, kesaksian didengar, dan kengerian yang sebenarnya akhirnya terungkap sepenuhnya, hal itu akan mempermalukan dunia. Tidak seorang pun dapat mengatakan bahwa kita tidak tahu," katanya.

Martin mengecam perluasan permukiman Israel di Tepi Barat dan mengatakan perkembangan tersebut mengikis prospek perdamaian yang adil dan langgeng.

"Apa yang kita saksikan di lapangan merupakan upaya yang disengaja oleh sebagian pihak untuk membuat prospek solusi dua negara menjadi mustahil. Ini bukan teori konspirasi gila. Ini adalah niat yang dinyatakan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu," kata Martin.

Ia merujuk pada pernyataan yang dikaitkan dengan Netanyahu mengenai penolakan terhadap pembentukan negara Palestina serta persetujuan Israel atas pembangunan di kawasan E1 di Tepi Barat yang diduduki.

Baca Juga: Indonesia Serukan Perdamaian dan Pemulihan Kehidupan Masyarakat Gaza di Sidang PBB

Martin juga menegaskan kembali dukungan Irlandia terhadap Mahkamah Pidana Internasional (ICC), dengan mengatakan tidak boleh ada impunitas atas kejahatan perang.

Dia menyerukan agar langkah-langkah yang bertujuan melemahkan ICC ditarik kembali.

EDITOR: Kuswandi