← Beranda
Prabowo Teriak 'Free Palestine' di Gontor, Setahun Usai Bicara Keamanan Israel
Rian Alfianto• Senin, 21 September 2026 | 19.36 WIB
Presiden Prabowo Subianto memeluk Duta Besar Palestina untuk Republik Indonesia, Abdalfatah A.K. Alsattari, usai dikalungkan kefiyyeh saat menghadiri acara. (Laily Rachev/Setpres)

JawaPos.com - Presiden Prabowo Subianto menegaskan dukungannya terhadap Palestina dengan meneriakkan 'Free Palestine' dalam peringatan 100 tahun Pondok Modern Darussalam Gontor, Ponorogo, Jawa Timur belum lama ini.

Pernyataan itu mendapat sorotan media luar karena muncul hampir setahun setelah Prabowo menyampaikan pesan berbeda soal keamanan Israel dalam pidatonya di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). 

Momen Free Palestine tersebut terjadi saat Prabowo menyapa para duta besar negara sahabat yang hadir dalam acara di Gontor, Sabtu (19/9). 

Ketika menyebut nama Duta Besar Palestina untuk Indonesia Abdulfattah A.K. Al-Sattari, suasana langsung riuh.

Baca Juga: Di Hadapan Prabowo, Pimpinan Gontor Singgung Fenomena Cari Muka

Prabowo kemudian meneriakkan, “Free Palestine! Free Palestine! Free Palestine!” 

Seruan itu disambut ribuan hadirin dengan teriakan serupa. Al-Sattari lalu naik ke panggung dan mengalungkan keffiyeh kepada Prabowo. 

Media asal Israel, The Times of Israel, secara khusus menyoroti perubahan nada tersebut.

Media itu membandingkan seruan 'Free Palestine' Prabowo dengan pidatonya di Sidang Umum PBB hampir setahun sebelumnya yang menekankan pentingnya menjamin keamanan Israel. 

Prabowo: Rakyat Palestina Terus Dibombardir

Dalam pidatonya di Gontor, Prabowo tidak hanya mengucapkan slogan dukungan untuk Palestina.

Baca Juga: ‎Wagub Papua Pegunungan Minta Prabowo Bangun Sektor Pendidikan, Makan Gratis Diutamakan

Ia juga menyampaikan keprihatinannya terhadap situasi di Gaza dan mengaitkannya dengan kebutuhan Indonesia memperkuat kapasitas nasional.

“Saya ingat saudara-saudara kita di Palestina. Mereka dibantai, dibom, dan diserang terus-menerus, dan sepertinya kita tidak berdaya untuk membantu mereka,” kata Prabowo, sebagaimana dikutip dari Antara.

Menurut Prabowo, serangan yang terus berlangsung terhadap Palestina seharusnya menjadi dorongan bagi Indonesia untuk membangun kekuatan nasional.

Pernyataan itu disampaikan di hadapan keluarga besar Gontor serta sejumlah perwakilan diplomatik negara-negara Timur Tengah.

Prabowo Sempat Bahas soal Keamanan Israel

Sorotan terhadap ucapan Prabowo di Gontor tidak terlepas dari pernyataannya di PBB pada September 2025.

Baca Juga: Anak Guru Honorer hingga Nelayan Bisa Sarjana, Prabowo Setujui Usulan Ketum PAN soal Kuliah Gratis

Dalam pidato di Sidang Umum ke-80 PBB, Prabowo memang menegaskan dukungan Indonesia terhadap kemerdekaan Palestina dan solusi dua negara. 

Namun, pada saat yang sama, ia juga menekankan bahwa keamanan Israel harus dijamin sebagai bagian dari jalan menuju perdamaian.

"Kita harus memiliki Palestina yang merdeka, tetapi kita juga harus, kita juga harus mengakui, kita juga harus menghormati, dan kita juga harus menjamin keselamatan dan keamanan Israel. Hanya dengan begitu, kita bisa memiliki kedamaian yang nyata," ujar Prabowo saat itu.

Setelah pidato tersebut, Prabowo juga menutup sambutannya dengan ucapan 'Shalom', sebuah salam dalam bahasa Ibrani.

Momen itu kemudian mendapat perhatian media internasional, termasuk The Times of Israel dan beberapa media asing lainnya.

Baca Juga: Prabowo: Pemimpin Indonesia Harus Pintar, Jangan Mudah Dibohongi

Dalam keterangan pers setelah menghadiri sidang tersebut, Prabowo kembali menegaskan posisi itu.

“Perdamaian hanya bisa datang kalau semua orang mengakui, menghormati, dan menjamin keamanannya Israel. Israel pun harus dijamin keamanannya, baru kita bisa dapat perdamaian,” kata Prabowo. 

Dengan demikian, pernyataan Prabowo di Gontor tidak serta-merta menghapus posisi yang pernah ia sampaikan mengenai solusi dua negara dan jaminan keamanan Israel. 

Namun, pilihan kata dan panggung yang digunakan kali ini membuatnya kembali menjadi perhatian media internasional.

Indonesia Juga Masuk Board of Peace Bentukan Trump

Perubahan nada itu juga muncul setelah Indonesia mengambil peran dalam skema perdamaian Gaza yang melibatkan pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Baca Juga: Setop Impor Solar Sejak 1 Juli, Prabowo: Nanti Kita Buat Bensin dari Batubara

Pada Februari 2026, Prabowo menghadiri pertemuan perdana Board of Peace (BoP) di Washington.

Dalam forum tersebut, Indonesia menyatakan kesiapan mengirim hingga 8.000 personel untuk bergabung dalam International Stabilization Force (ISF) di Gaza. 

Prabowo saat itu mengatakan, “Pencapaian gencatan senjata ini nyata. Kami memuji hal ini, dan oleh karena itu, kami menegaskan kembali komitmen kami untuk menyumbangkan jumlah pasukan yang signifikan, hingga 8.000 personel atau lebih jika diperlukan.”

Rencana tersebut kemudian menjadi salah satu bentuk keterlibatan Indonesia dalam upaya penanganan pascaperang di Gaza.

Namun, detail penempatan dan pelaksanaan misi masih melalui proses pembahasan. 

Baca Juga: Momen Prabowo Pekikkan Free Palestine 3 Kali hingga Dikalungi Keffiyeh

Langkah tersebut menunjukkan bahwa kebijakan Jakarta terhadap konflik Gaza tidak hanya disampaikan melalui pernyataan politik.

Tetapi juga diarahkan pada keterlibatan dalam mekanisme internasional yang berkaitan dengan stabilisasi kawasan.

Dua Momen Kontras

Dua momen Prabowo tersebut kini menjadi kontras yang menarik perhatian internasional.

Pada September 2025, di panggung PBB, Prabowo menyampaikan bahwa Palestina harus merdeka, tetapi keamanan Israel juga harus dijamin sebagai bagian dari solusi dua negara. 

Setahun kemudian, di hadapan ribuan santri Gontor, ia justru memimpin seruan “Free Palestine” dan mengenakan keffiyeh yang diberikan Duta Besar Palestina. 

Baca Juga: Prabowo dan Zulhas Resmikan PANsar Murah Nasional, Putri Zulhas: Warga Bisa Tebus Sembako Murah

The Times of Israel, Jerusalem Post, Yeni Safak dan media lainnya menempatkan perkembangan itu sebagai perubahan mencolok dalam retorika Prabowo mengenai Israel dan Palestina.

Media tersebut juga mengingatkan bahwa Indonesia hingga kini tidak memiliki hubungan diplomatik formal dengan Israel. 

Namun, jika dilihat dari keseluruhan pernyataan Prabowo, dukungan terhadap Palestina dan pengakuan terhadap kebutuhan menjamin keamanan Israel sebenarnya sama-sama pernah muncul dalam kebijakan dan pidatonya.

Yang berubah adalah penekanan pesannya. Di PBB, Prabowo menempatkan kedua isu tersebut dalam kerangka solusi dua negara dan perdamaian.

Di Gontor, ia menggunakan seruan yang lebih langsung untuk mengekspresikan dukungan terhadap Palestina di tengah situasi Gaza yang masih menjadi perhatian Indonesia.

Baca Juga: Presiden Prabowo Akan Hadiri Peringatan Seabad Pondok Modern Gontor Sabtu Ini

EDITOR: Bayu Putra