JawaPos.com - Detik-detik mencekam terjadi di dalam pesawat Sepehran Airlines, yang terbang dari Mashhad menuju Kermanshah, Iran, namun harus kembali ke bandara setelah mengalami masalah pada roda pendaratan.
Pesawat jenis Boeing 737 itu melaporkan ban lepas saat penerbangan, lalu mengguncang hebat ketika melakukan pendaratan darurat hingga bagian plafon kabin jatuh menimpa area penumpang.
Rekaman yang dibuat penumpang memperlihatkan suasana panik di dalam kabin. Pesawat berguncang keras saat bergerak di landasan setelah mendarat di Mashhad pada Selasa (15/9).
Di tengah guncangan tersebut, panel plafon Boeing 737 tiba-tiba terlepas dan jatuh ke arah penumpang yang masih duduk di kursinya. Teriakan penumpang terdengar dalam rekaman yang beredar.
Baca Juga: Laporan Pentagon Ungkap Kerugian Besar AS dalam Perang Iran: Amunisi Menipis, Puluhan Pesawat Hancur
Meski situasi berlangsung menegangkan, seluruh penumpang dan awak pesawat berhasil dievakuasi dengan selamat. Tidak ada laporan korban luka dalam insiden tersebut.
Ban Bermasalah, Pesawat Putar Balik ke Mashhad
Penerbangan tersebut merupakan rute domestik dari Bandara Internasional Mashhad Hashemi Nejad menuju Bandara Internasional Kermanshah.
Pesawat diduga mengalami pecah ban ketika berangkat. Masalah tersebut membuat kapten menyatakan keadaan darurat dan memutuskan kembali ke Mashhad.
Tulisan sumber menyebut ban diyakini pecah saat pesawat meninggalkan bandara, meski waktu pasti terjadinya kerusakan tersebut masih belum dikonfirmasi.
Setelah kembali ke Mashhad, kondisi pesawat semakin menegangkan ketika melakukan pendaratan. Badan pesawat terlihat berguncang hebat saat menyentuh landasan.
Baca Juga: TNI AL Kerahkan Kapal Perang hingga Pesawat untuk Cari KM Virgo Transport 8 di Laut Jawa
Guncangan itu kemudian diikuti lepasnya panel plafon kabin. Panel tersebut jatuh ke area penumpang ketika pesawat masih bergerak di landasan, memicu kepanikan di dalam kabin.
Pesawat akhirnya berhenti dan seluruh penumpang serta awak dapat keluar dengan selamat.
Landasan Mashhad Sempat Ditutup
Sementara itu, mengutip Simple Flying, insiden tersebut membuat landasan Bandara Mashhad ditutup sementara untuk pemeriksaan.
Landasan baru kembali dibuka beberapa jam kemudian setelah dilakukan asesmen oleh pihak bandara.
Otoritas Penerbangan Sipil Iran akan melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab insiden, termasuk masalah pada roda pendaratan pesawat.
Baca Juga: Raditya Dika Gagal Pulang ke Indonesia, Pesawat dari Doha Putar Balik Usai 4 Jam di Udara
Sepehran Airlines juga belum memberikan komentar langsung. Simple Flying disebut telah menghubungi pihak maskapai, tetapi juru bicaranya belum dapat segera dihubungi.
Mengapa Plafon Pesawat Bisa Ikut Jatuh?
Dalam tulisan sumber, terlepasnya panel plafon diduga berkaitan dengan getaran hebat ketika pesawat mendarat.
Getaran keras dapat membuat pengikat panel interior di dalam kabin pesawat menjadi longgar.
Karena panel plafon tersebut menggunakan material plastik ringan sebagai bagian dari interior dekoratif, guncangan hebat diduga membuat panel terlepas dan jatuh ke bawah.
Meski demikian, penyebab pastinya tetap menunggu hasil penyelidikan otoritas penerbangan Iran.
Baca Juga: Andien Panik Pesawatnya Terdampak Abu Vulkanik, Berputar 1 Jam di Udara
Insiden Serupa Terjadi di Agustus
Peristiwa ini terjadi hanya beberapa pekan setelah insiden lain yang melibatkan pesawat Sepehran Airlines di Mashhad.
Pada 25 Agustus, Boeing 737-500 milik maskapai tersebut membawa 127 penumpang dari Teheran menuju Mashhad.
Pesawat kemudian keluar dari landasan 13L dan berhenti di landasan 13R setelah roda pendaratan depan mengalami kerusakan.
Otoritas Penerbangan Sipil Iran membuka penyelidikan atas kejadian tersebut. Seluruh penumpang dan awak dilaporkan selamat.
Sepehran Airlines disebut belum pernah mengalami insiden fatal. Namun, dua kejadian serius dalam waktu berdekatan membuat aspek kondisi pesawat dan pemeliharaan menjadi bagian penting dalam penyelidikan terbaru.
Baca Juga: Sangat Berbahaya, Pengamat Beberkan Dampak Abu Vulkanik Anak Krakatau Bagi Pesawat
Armada maskapai tersebut memiliki rata-rata usia lebih dari 30 tahun dan didominasi Boeing 737-300 serta 737-500. Beberapa pesawat bahkan dibangun sejak dekade 1990-an.
Tulisan sumber juga menyebut sanksi internasional terhadap Iran menjadi tantangan bagi maskapai dalam memperoleh suku cadang pesawat, sehingga pemeliharaan armada menjadi persoalan yang turut mendapat perhatian.