JawaPos.com – Iran dan Oman sepakat menunda dialog yang dijadwalkan berlangsung di Muscat untuk memprioritaskan tercapainya konsensus regional di tengah meningkatnya ketegangan di Selat Hormuz.
Dilansir dari laman Al-Jazeera pada Selasa (15/9), Penundaan tersebut dilakukan atas permintaan sejumlah negara di kawasan dan menjadi keputusan bersama Teheran dan Muscat, menurut laporan media Iran.
Menteri Luar Negeri Oman Badr Albusaidi mengatakan pertemuan yang semula dijadwalkan pada Senin ditunda demi mencapai konsensus, sementara Oman tetap berkomitmen mendorong dialog untuk menjaga stabilitas dan kerja sama kawasan.
Keputusan itu diumumkan beberapa jam setelah sebuah kapal kargo komersial Iran dilaporkan terkena serangan di Selat Hormuz yang menewaskan satu orang dan melukai empat lainnya.
Lembaga pemantau Operasi Perdagangan Maritim Inggris Raya (UKMTO) secara terpisah melaporkan sebuah kapal terkena proyektil saat melintasi selat tersebut dan mengalami kebakaran, meskipun belum dipastikan apakah insiden itu merupakan kejadian yang sama.
Ketegangan di Selat Hormuz menjadi perhatian utama karena jalur tersebut sebelumnya menjadi rute penting bagi pengiriman minyak dan gas alam cair dari negara-negara Teluk ke pasar global.
Oman selama ini berperan sebagai mediator antara Iran dan negara-negara lain di kawasan serta terdampak langsung oleh sengketa navigasi di Selat Hormuz.
Muscat sebelumnya mengusulkan mekanisme regional untuk membagi pengelolaan selat dan menerapkan biaya sukarela bagi kapal yang melintas, tetapi Iran menolak gagasan tersebut dan menginginkan pembayaran yang bersifat wajib.
Penundaan dialog menunjukkan bahwa ketegangan keamanan dan perbedaan pandangan mengenai pengelolaan Selat Hormuz masih menjadi hambatan bagi upaya mencapai kesepakatan regional.