JawaPos.com – Pasukan pemerintah Yaman dan Arab Saudi meningkatkan serangan udara terhadap posisi Houthi untuk menghentikan laju kelompok tersebut di sejumlah wilayah strategis.
Dilansir dari laman Al-Jazeera pada Selasa (15/9), Serangan dilakukan setelah Houthi merebut Kota Mocha dan Pulau Mayyun yang menguatkan kendali mereka atas kawasan Selat Bab al-Mandeb, jalur pelayaran penting di Laut Merah.
Pemerintah Yaman menyatakan serangan tersebut menargetkan kendaraan, persenjataan, dan pejuang Houthi, sementara pertempuran juga terus berlangsung di sejumlah front, termasuk Taiz, Marib, al-Jawf, dan Dhalea.
Arab Saudi memberikan dukungan udara kepada pasukan pemerintah Yaman di tengah meningkatnya tekanan untuk menghentikan perluasan wilayah Houthi.
Kelompok Houthi mengeklaim Arab Saudi telah melancarkan 129 serangan udara dalam 48 jam dan pada saat yang sama melakukan serangan rudal serta pesawat nirawak ke sejumlah wilayah di Arab Saudi.
Eskalasi tersebut menambah kekhawatiran bahwa konflik yang kembali memanas setelah periode relatif tenang dapat berkembang menjadi perang berkepanjangan.
Sementara Iran menyatakan Houthi mengambil keputusan secara independen dan menyerukan penghentian serangan serta dimulainya kembali perundingan.
Di tengah peningkatan pertempuran, situasi kemanusiaan Yaman semakin memburuk dengan lebih dari 82.000 orang dilaporkan terpaksa meninggalkan rumah sejak awal September.
Lebih dari 2.000 warga Yaman juga telah tiba di Djibouti dalam waktu 24 jam akibat pertempuran, sementara jatuhnya Mocha menyulitkan lembaga bantuan menjangkau masyarakat yang membutuhkan.
Kondisi tersebut memperbesar kekhawatiran terhadap dampak konflik bagi warga sipil, terutama jika pasukan pemerintah, Arab Saudi, dan Houthi terus meningkatkan operasi militer di wilayah-wilayah strategis.