JawaPos.com – Kelompok Houthi yang didukung Iran mengklaim telah melancarkan serangan menggunakan drone dan rudal terhadap pangkalan militer Arab Saudi di wilayah selatan.
Dilansir dari laman The Guardian pada Senin (14/9), Juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, mengatakan serangan tersebut menargetkan gudang senjata serta pusat komando dan kendali di pangkalan Sharurah.
Sementara itu, Pasukan Pertahanan Sipil Arab Saudi melaporkan sebuah proyektil jatuh di Provinsi Al-Tawwal, melukai dua orang dan merusak sebuah masjid serta sejumlah bangunan.
Pertempuran antara Houthi dan pasukan pemerintah Yaman juga kembali berkobar setelah kelompok tersebut mencatat kemajuan di sepanjang pantai Laut Merah.
Pasukan pemerintah Yaman mengklaim telah menyerang posisi Houthi di Mocha dan melancarkan tiga serangan udara terhadap posisi serta barak kelompok tersebut di wilayah Taiz.
Anggota Dewan Kepresidenan Yaman, Sultan al-Arada, menyebut kemunduran pasukan pemerintah di sejumlah wilayah pantai barat sebagai perkembangan yang menyakitkan, tetapi menegaskan pasukannya tengah berkumpul kembali untuk kembali bertempur.
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan hampir 86.000 orang telah mengungsi dari Yaman, sebagian besar sejak awal September ketika serangan besar Houthi berlangsung.
Kemajuan Houthi di sepanjang Laut Merah dinilai semakin memperkuat posisi kelompok tersebut di sekitar Selat Bab al-Mandab, jalur pelayaran strategis yang menjadi alternatif penting setelah gangguan di Selat Hormuz.
Konflik yang kembali meningkat itu telah menewaskan lebih dari 500 orang dan mendorong lebih dari 2.000 warga Yaman melarikan diri ke Djibouti pada pekan lalu.