← Beranda
Sehari Usai Latihan Jepang-AS-Korsel, Korea Utara Tembakkan Rudal Balistik
Dhimas GinanjarSabtu, 12 September 2026 | 16.46 WIB
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un. (KCNA via Reuters)

JawaPos.com - Korea Utara menembakkan beberapa rudal balistik ke arah Laut Jepang pada Sabtu (12/9), sehari setelah latihan militer trilateral Jepang, Korea Selatan, dan Amerika Serikat berakhir. Peluncuran tersebut dilakukan dari wilayah timur Korea Utara dan memicu kembali ketegangan di Semenanjung Korea.

Dilansir dari Kyodo, Sabtu (12/9), Kepala Staf Gabungan Korea Selatan mengatakan rudal-rudal tersebut diluncurkan sekitar pukul 05.20 waktu setempat dari kawasan Wonsan, Korea Utara. Rudal-rudal itu terbang sekitar 250 kilometer sebelum jatuh ke arah Laut Jepang.

Peluncuran tersebut terjadi setelah latihan militer Freedom Edge yang melibatkan Korea Selatan, Jepang, dan Amerika Serikat berlangsung pada Senin hingga Jumat. Latihan itu mencakup berbagai kemampuan, mulai dari pertukaran data secara real-time hingga integrasi kemampuan udara, maritim, pertahanan rudal, siber, dan medis.

Korea Utara mengecam latihan tersebut. Menteri Pertahanan Korea Utara Kim Song Gi menyebut Freedom Edge sebagai "ancaman keamanan yang krusial" dan berjanji akan mengambil "tindakan balasan yang kuat dan tegas", menurut media pemerintah negara tersebut.

Peluncuran terbaru itu terjadi sekitar tiga pekan setelah Korea Utara menembakkan sekitar selusin rudal balistik jarak pendek ke arah timur dari kawasan dekat Pyongyang.

Pada 20 Agustus, Korea Utara meluncurkan rudal-rudal tersebut di tengah latihan militer berskala besar Amerika Serikat dan Korea Selatan. Pyongyang selama ini mengecam latihan gabungan kedua negara tersebut sebagai latihan untuk mempersiapkan invasi.

Sebelum peluncuran pada Agustus, Presiden AS Donald Trump telah mengarahkan agar latihan tahunan Amerika Serikat dan Korea Selatan dipersingkat pada tahun ini.

Namun, Kim Yo Jong, adik perempuan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un yang memiliki pengaruh besar, mengatakan dalam pernyataan yang disiarkan media resmi Pyongyang bahwa pengurangan skala latihan tersebut tidak mengubah sifat permusuhan latihan.

EDITOR: Dhimas Ginanjar