JawaPos.com – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam akan mengambil tindakan lebih lanjut setelah Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali terlibat saling serang di tengah meningkatnya ketegangan di Selat Hormuz.
Dilansir dari laman The Guardian pada Rabu (2/9), Komando Pusat AS mengaku melancarkan serangan terhadap dua peluncur Iran di Pulau Larak setelah mendeteksi persiapan pemasangan ranjau laut baru di jalur perairan strategis tersebut.
Serangan itu menjadi aksi militer pertama AS terhadap Iran sejak Juli dan memicu respons balasan dari Teheran.
Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menyatakan telah menargetkan fasilitas dan posisi militer yang dioperasikan AS di Yordania menggunakan rudal balistik, sementara Uni Emirat Arab mengaku mencegat sebuah drone di wilayah perairannya.
Menanggapi serangan balasan tersebut, Trump menegaskan bahwa Washington akan menyerang Iran dengan keras dan memberikan respons lebih lanjut.
Meski demikian, sejumlah pihak menilai Trump juga tengah mempertimbangkan tekanan ekonomi melalui kampanye sanksi untuk semakin melemahkan perekonomian Iran.
Ketegangan terbaru semakin memperburuk situasi keamanan di Selat Hormuz, jalur strategis yang sebelum konflik dilalui sekitar seperlima pasokan energi dunia melalui jalur laut.
Iran tetap menegaskan memiliki aturan sendiri terhadap kapal-kapal yang melintas, sementara klaim AS mengenai kendali penuh atas selat tersebut masih diperdebatkan oleh berbagai pihak. Di tengah eskalasi konflik,
Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyatakan negaranya tidak berkepentingan melanjutkan perang dan masih membuka peluang penyelesaian melalui jalur diplomatik.