JawaPos.com - Pemerintah Jepang akan membeli kembali 210.000 ton beras yang sebelumnya dilepas sebagai stok darurat. Langkah ini dilakukan setelah pasokan beras di pasar mulai kembali mencukupi dan harga beras mengalami penurunan.
Dilansir dari Kyodo, Selasa (1/9), Menteri Pertanian Jepang Norikazu Suzuki mengatakan pembelian kembali tersebut akan menjadi langkah pertama pemerintah dalam melakukan kebijakan semacam itu.
Lonjakan harga beras sebelumnya mendorong pemerintah Jepang melepas total 590.000 ton beras dari cadangan darurat pada 2025.
Saat ini, pemerintah memiliki sekitar 320.000 ton beras dalam stok. Jumlah tersebut jauh di bawah tingkat yang dianggap ideal, yakni sekitar 1 juta ton.
Jika pembelian kembali 210.000 ton terealisasi, jumlah beras dalam stok pemerintah akan meningkat menjadi sekitar 530.000 ton berdasarkan perhitungan sederhana.
Harga beras kini mulai turun seiring semakin banyaknya pasokan yang beredar di pasar. Namun, para petani justru khawatir melimpahnya pasokan dapat menyebabkan harga beras jatuh terlalu dalam.
"Kami telah memastikan bahwa pasokan akan lebih banyak dari yang dibutuhkan," kata Suzuki dalam konferensi pers.
Ia juga mengatakan panen yang baik diperkirakan terjadi pada musim gugur tahun ini.
Rencana pembelian kembali tersebut ditujukan untuk mencegah harga beras jatuh drastis. Kebijakan itu juga dilakukan ketika pemerintahan Perdana Menteri Sanae Takaichi tengah berupaya mengurangi beban rumah tangga akibat kenaikan harga berbagai kebutuhan sehari-hari.
Dengan membeli kembali sebagian beras yang sebelumnya dilepas ke pasar, pemerintah berupaya menjaga keseimbangan antara kepentingan konsumen yang membutuhkan harga terjangkau dan petani yang bergantung pada harga beras yang stabil.