← Beranda
AS Batasi Akses TOEFL hingga Duolingo, Mahasiswa Iran Sulit Kuliah ke Luar Negeri
Rian AlfiantoMinggu, 30 Agustus 2026 | 23.32 WIB
Ilustrasi platform belajar bahasa asing, Duolingo. (ZDNet)

JawaPos.com - Mahasiswa Iran yang ingin kuliah ke luar negeri menghadapi hambatan baru, khususnya dalam tes bahasa Inggris.

Itu setelah Amerika Serikat menangguhkan izin yang selama 12 tahun membuat lembaga pendidikan dan penyedia tes asal AS bisa melayani warga Iran.

Akses terhadap platform tes bahasa Inggris seperti TOEFL, GRE, hingga Duolingo English Test kini ikut terancam.

Office of Foreign Assets Control (OFAC) Departemen Keuangan AS menangguhkan tanpa batas waktu General License G pada 24 Agustus.

Baca Juga: Iran Berupaya Perkuat Hubungan Politik dan Ekonomi dengan Negara Muslim Tetangga

Izin yang berlaku sejak 2014 itu sebelumnya menjadi dasar hukum bagi universitas dan perusahaan AS menyediakan berbagai layanan pendidikan bagi warga Iran, termasuk ujian masuk dan sertifikasi.

OFAC masih memberikan masa transisi hingga 8 September. Setelah itu, layanan yang terkena sanksi harus memiliki otorisasi lain atau lisensi khusus.

Dilansir dari Iran International, dampak penangguhan izin paling jelas terlihat pada Duolingo English Test. 

Dalam laman dukungannya, Duolingo menyatakan tes tersebut tidak lagi tersedia di Iran ataupun orang yang menggunakan identitas sebagai warga negara Iran.

Pembatasan itu berarti warga Iran yang bepergian ke negara lain pun dapat terdampak jika tetap menggunakan identitas Iran.

Baca Juga: Iran-Oman Sepakati Rute Pelayaran hingga Akan Buka Kembali Selat Hormuz Jika AS Berkomitmen

Kebijakan tersebut memicu kemarahan di media sosial. Salah satu pengguna menulis, "Rasanya mereka benar-benar bersaing memperebutkan siapa yang kurang menginginkan kita."

Sementara pengguna lain menyindir kebijakan Washington dengan mengatakan warga Iran seolah-olah sedang dikucilkan dari peradaban dan spesies manusia.

Sebuah petisi di Change.org yang diluncurkan 27 Agustus juga mendesak Duolingo menyediakan jalur legal agar pelamar asal Iran tetap dapat mengikuti tes.

TOEFL dan GRE Belum Resmi Dihentikan

Sementara itu, berbeda dengan Duolingo, nasib TOEFL dan GRE masih belum bisa dipastikan.

Educational Testing Service (ETS), penyelenggara kedua tes tersebut, hingga 29 Agustus belum mengumumkan penghentian layanan bagi warga Iran.

Baca Juga: Angkatan Laut Amerika Serikat Hadapi Kekurangan Dana Usai Konflik Iran Menguras Anggaran Militer

Nama Iran juga masih tercantum dalam daftar resmi negara penyelenggara TOEFL iBT.

Namun, dua pusat tes bahasa Inggris di Iran menyatakan TOEFL iBT dan GRE telah ditangguhkan.

Salah satunya menyebut seluruh tes ETS yang dijadwalkan pekan itu dibatalkan tanpa pemberitahuan sebelumnya.

TOEFL Resources, situs independen yang memantau jadwal tes, juga melaporkan slot TOEFL di Iran yang sebelumnya tersedia hingga Januari kemudian menyusut menjadi jadwal 5 September di dua pusat di luar Teheran.

Kondisi tersebut belum membuktikan ETS telah keluar secara permanen dari Iran. Perusahaan masih dapat mencari otorisasi lain atau mengajukan lisensi khusus kepada OFAC.

Baca Juga: Iran Pulihkan 40 Persen Kapasitas Produksi di Ladang Minyak dan Gas yang Rusak Diserang AS-Israel

IELTS Jadi Pilihan, tetapi Harus ke Luar Iran

IELTS relatif tidak terdampak langsung karena dikelola British Council, IDP, dan Cambridge University Press & Assessment, bukan lembaga pengujian AS.

Namun, tes IELTS di Iran sudah dihentikan sejak 31 Januari 2026. IDP menyebut keputusan itu dipengaruhi 'faktor-faktor keuangan dan regulasi' di luar kendalinya.

Akibatnya, calon mahasiswa Iran yang membutuhkan IELTS harus bepergian ke negara tetangga.

Dengan penangguhan General License G, mahasiswa Iran kini menghadapi pilihan yang semakin terbatas.

Jika tidak ada izin baru, proses memenuhi persyaratan masuk universitas luar negeri berpotensi menjadi lebih mahal, rumit, dan tidak pasti.

Baca Juga: Harga Minyak Dunia Melemah Pagi Ini, Harapan Kesepakatan AS-Iran Meredup

EDITOR: Bayu Putra