← Beranda
14 Bayi Baru Lahir Tewas dalam Kebakaran Rumah Sakit di Pakistan, Diduga Dipicu AC Meledak
Rian AlfiantoMinggu, 30 Agustus 2026 | 02.10 WIB
Kerabat anak-anak yang meninggal dalam kebakaran rumah sakit berkumpul di rumah sakit tersebut di Islamabad, Pakistan, pada hari Rabu, 26 Agustus 2026. (M. Yousaf/AP)

JawaPos.com - Ledakan unit pendingin udara (AC) diduga menjadi pemicu kebakaran yang menewaskan 14 bayi merah yang baru lahir di Pakistan Institute of Medical Sciences (PIMS), Islamabad, Pakistan.

Api melanda ruang ICU neonatal pada Rabu dini hari dan membuat para ibu yang baru melahirkan harus berjuang menyelamatkan diri di tengah kepulan asap.

Administrasi PIMS mengkonfirmasi 14 bayi yang berada di ICU meninggal dalam kebakaran tersebut. Saat api berkobar, terdapat 15 bayi di ruangan tersebut.

Hanya satu bayi yang berhasil diselamatkan oleh seorang dokter, menurut juru bicara rumah sakit Dr Aneeza Jalil kepada Dawn.

Dilansir via Guardian, penyelidikan awal menyebut kebakaran bermula ketika unit AC yang mengalami kerusakan dan meledak di dalam ruang nursery tempat bayi-bayi yang masih membutuhkan perawatan intensif.

Menteri Kesehatan Mustafa Kamal mengatakan sebagian bayi berada di dalam inkubator dan menggunakan oksigen ketika kebakaran terjadi. Tabung oksigen yang berada di ruangan tersebut disebut turut memperburuk kobaran api.

Ledakan AC Picu Kepanikan di Ruang Bayi

Api yang dengan cepat memenuhi ruang perawatan membuat situasi berubah menjadi kepanikan. Para perempuan yang baru saja menjalani persalinan terpaksa meninggalkan bangsal melalui jalur darurat.

Mereka harus menuruni beberapa lantai, keluar melalui jendela, hingga menggunakan tangga untuk menyelamatkan diri.

Sardar Atti ur Rehman, 38, berada di PIMS setelah istrinya melahirkan seorang bayi perempuan sehari sebelumnya. Ia sedang tidur di rumah sakit ketika mendengar teriakan dan langsung berlari menuju ruang bersalin untuk mencari keluarganya.

Asap tebal membuat pandangannya nyaris tidak terlihat.

"Saya tidak bisa melihat keluarga saya termasuk bayi saya yang baru lahir di ruangan itu, tetapi terus mencari. Hatiku berat,” kata Rehman.

Rehman akhirnya mengetahui istri dan bayinya berhasil keluar dengan selamat. Namun, ia menyaksikan sejumlah ibu masih berusaha mencari anak mereka yang berada di ICU.

"Saya melihat seorang ibu yang menangis dan berteriak untuk anaknya yang dirawat di dalam ICU," ujarnya.

Ia sempat mencoba masuk ke ICU untuk membantu menyelamatkan bayi tersebut, tetapi asap terlalu tebal dan membuatnya kesulitan bernapas.

Tragedi tersebut juga memunculkan pertanyaan mengenai sistem keselamatan dan evakuasi di rumah sakit.

Rehman mengatakan hanya sedikit petugas yang berada di bangsal ketika kebakaran terjadi. Akibatnya, keluarga pasien ikut berusaha menyelamatkan korban.

Seorang ayah yang kehilangan bayi laki-lakinya bahkan mengklaim pintu ruang nursery terkunci dan tidak ada petugas di lokasi untuk membukanya. Tim penyelamat kemudian memecahkan jendela untuk berusaha menjangkau bayi-bayi yang terjebak di dalam.

Sementara itu, Kepala Komisioner Islamabad Sohail Ashraf mengatakan panggilan darurat diterima sesaat sebelum pukul 07.00. Tim penyelamat dan polisi segera tiba di rumah sakit.

Administrasi PIMS menyatakan api berhasil dikendalikan dan anak-anak segera dipindahkan ke ICU.

Sementara itu, Alamzaib Khan, 26, termasuk orang yang berusaha masuk ke area perawatan saat api berkobar. Istrinya baru menjalani operasi caesar dua hari sebelumnya dan masih berada di rumah sakit untuk pemulihan.

Khan sedang tidur di trotoar ketika mendengar orang-orang berteriak dan menangis.

Ia kemudian melihat istrinya sedang turun menggunakan tangga. Setelah memastikan istrinya selamat, Khan mencoba membantu menyelamatkan pasien lain.

Namun, asap yang memenuhi ruang perawatan membuatnya tidak dapat masuk.

"Saat aku mendekati bangsal anak-anak, aku tidak bisa melihat apa pun karena asapnya sangat tebal. Saya mencoba masuk ke dalam tetapi itu tidak mungkin," ucapnya.

Ia menggambarkan kepanikan para perempuan yang baru melahirkan ketika berusaha mencari bayi mereka.

"Wanita sendiri sedang kesakitan, tetapi menangis dan memohon kepada semua orang untuk membantu mereka menyelamatkan anak-anak mereka. Sulit untuk mendeskripsikan momen mengerikan ini,' lanjutnya.

PM Pakistan Perintahkan Investigasi

Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif memerintahkan penyelidikan segera untuk mengungkap penyebab kebakaran dan menentukan pihak yang bertanggung jawab.

"Situasi seperti itu yang melibatkan anak-anak tidak dapat diperbaiki. Mereka yang bertanggung jawab harus diidentifikasi, dan tindakan paling tegas harus diambil," kata Sharif.

Presiden Pakistan Asif Ali Zardari juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga bayi yang meninggal.

Kebakaran di PIMS menjadi salah satu insiden kebakaran rumah sakit paling mematikan di Pakistan dalam beberapa tahun terakhir. Peristiwa ini sekaligus kembali menyoroti persoalan keselamatan bangunan dan lemahnya penerapan standar keselamatan di Pakistan.

EDITOR: Edy Pramana