← Beranda
Banjir Bandang Nepal Telan Lebih dari 470 Korban Jiwa dan Danau Bendungan Hadapi Ancaman Baru
Risma Azzah FatinSabtu, 29 Agustus 2026 | 04.11 WIB
Banjir bandang Nepal telan lebih dari 470 korban jiwa (Al-Jazeera)

JawaPos.com – Jumlah korban tewas akibat banjir bandang di wilayah Nepal dan Tibet telah melampaui 470 jiwa, sementara operasi pencarian dan penyelamatan masih berlangsung di tengah kondisi yang semakin sulit.

Dilansir dari laman Al-Jazeera pada Jum'at (28/8), Otoritas Nepal mencatat 469 orang meninggal dunia dan 977 orang masih hilang, sedangkan sedikitnya tiga orang tewas di Tibet dengan 558 orang dilaporkan belum ditemukan.

Bencana yang terjadi setelah runtuhnya gletser tersebut menghancurkan desa, jalan, jembatan, serta sejumlah fasilitas pembangkit listrik tenaga air dan sejauh ini sekitar 1.550 orang telah berhasil diselamatkan.

Operasi penyelamatan menghadapi kendala karena kerusakan infrastruktur membuat sejumlah lokasi hanya dapat dijangkau menggunakan helikopter, sementara sekitar 42 kilometer jalan dilaporkan hancur total.

Nepal mengerahkan sekitar 30.000 personel keamanan, sedangkan Tiongkok menurunkan sekitar 500 personel militer dan paramiliter untuk membantu pencarian korban di wilayah terdampak.

Upaya penyelamatan juga dihentikan sementara di sekitar pelabuhan perbatasan Gyirong karena muncul kekhawatiran terhadap danau bendungan alami yang terbentuk akibat material banjir dan berpotensi jebol.

Pihak berwenang Tiongkok memperkirakan danau tersebut telah menampung sekitar dua juta meter kubik air dan dapat menerima tambahan tiga juta meter kubik dalam tiga hari berikutnya.

Kondisi tersebut meningkatkan risiko terjadinya banjir susulan sehingga tim penyelamat berpacu menemukan korban selamat dan mengevakuasi jenazah sebelum situasi semakin berbahaya.

Pemerintah Nepal menyatakan untuk sementara tidak membutuhkan bantuan pencarian internasional dan memilih mengandalkan kemampuan militer serta kepolisian, meskipun tetap meminta bentuk dukungan lain seperti bantuan dana.

EDITOR: Setyo Adi Nugroho