JawaPos.com - Upaya penyelamatan terus dilakukan di Nepal setelah banjir bandang menerjang wilayah pegunungan dekat perbatasan dengan Tiongkok. Bencana tersebut menewaskan sekitar 160 orang dan menyebabkan ratusan lainnya hilang, termasuk lima warga negara Jepang.
Dilansir dari Kyodo, Kamis (27/8), sekitar 400 orang dilaporkan hilang dalam bencana yang terjadi pada Rabu (26/8). Menurut otoritas Nepal dan media lokal, sebagian dari mereka merupakan wisatawan asing dari India, Malaysia, Inggris, dan Amerika Serikat. Lima warga negara Jepang yang diduga merupakan peserta tur juga dilaporkan belum ditemukan.
Sungai Bhotekoshi di wilayah pegunungan Rasuwa meluap dan menerjang kawasan di sekitarnya. Banjir tersebut merusak rumah serta berbagai infrastruktur, termasuk sebuah pembangkit listrik tenaga air.
Penyebab pasti meluapnya sungai hingga kini belum diketahui.
Seorang pejabat Kedutaan Besar Jepang di Kathmandu mengatakan pihaknya belum dapat menghubungi lima warga Jepang yang hilang. Kedutaan telah meminta otoritas setempat untuk melakukan pencarian.
Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi juga menyerukan bantuan masyarakat melalui unggahan di X. Ia meminta siapa pun yang mengetahui keberadaan kelima warga Jepang tersebut segera menyampaikan informasi kepada Kedutaan Besar Jepang di Kathmandu.
Bencana Juga Terjadi di Tibet
Bencana serupa juga dilaporkan terjadi di wilayah Tibet, Tiongkok.
Kantor berita Xinhua melaporkan tiga orang tewas dan 265 lainnya belum ditemukan setelah tanah longsor menerjang Shigatse, salah satu kota besar di wilayah otonom Tibet.
Bencana di Tibet tersebut terjadi di kawasan yang memiliki hubungan dengan sistem sungai yang mengalir dari wilayah tersebut menuju Nepal.
Banjir bandang di Nepal terjadi di dekat perbatasan Nepal dengan Tiongkok.
Hingga Kamis (27/8), tim penyelamat masih melakukan pencarian terhadap ratusan orang yang belum diketahui keberadaannya. Kondisi medan pegunungan dan kerusakan infrastruktur menjadi tantangan dalam proses evakuasi dan pencarian korban.