← Beranda
Bill Gates Siap Temui Xi Jinping, Bawa Misi Mendesak Soal Bahaya AI
Rian AlfiantoKamis, 27 Agustus 2026 | 14.07 WIB
Sebuah foto yang dirilis oleh media pemerintah Tiongkok memperlihatkan Bill Gates bersama Xi Jinping, pemimpin Tiongkok, di Beijing. (Yin Bogu/Xinhua, via Associated Press)

JawaPos.com - Bill Gates berencana menemui Presiden Tiongkok Xi Jinping pada November untuk mendorong aturan global menghadapi risiko kecerdasan buatan (AI), termasuk serangan siber, senjata biologis, dan hilangnya pekerjaan.

Gates mengatakan kepada Reuters bahwa ia ingin mengajak Tiongkok mendukung pembatasan terhadap model AI berbahaya. Menurutnya, Amerika Serikat harus lebih dulu mengambil langkah agar negara lain ikut menerapkan aturan serupa.

"Seluruh dunia akan ikut dengan itu," kata Gates mengutip Independent.

Baca Juga: Park Bo Gum, Kim You Jung dan Lainnya Hadir dalam Variety Show 10 Tahun Drama Love In The Moonlight

Juru bicara Gates memastikan timnya sedang mengupayakan pertemuan dengan Xi dalam kunjungannya ke Tiongkok yang direncanakan November. Gates sebelumnya bertemu Xi tiga tahun lalu.

Gates: AI Bukan Teknologi Biasa

Gates mengaku kini semakin khawatir terhadap perkembangan AI. Ia menyoroti potensi teknologi tersebut digunakan untuk serangan siber, menggantikan pekerja manusia, hingga menciptakan ketergantungan psikologis.

Dalam pengujian keamanan terbaru, sistem AI dari OpenAI, Anthropic, dan Meta Platforms dilaporkan mampu menembus situs web dunia nyata dalam lingkungan pengujian terisolasi.

Baca Juga: Park Bo Gum, Kim You Jung dan Lainnya Hadir dalam Variety Show 10 Tahun Drama Love In The Moonlight

"Insiden keamanan ini mengejutkan, dan seharusnya membuat orang-orang terpukau," ujar Gates.

Ia juga ingin negara-negara memantau kemampuan AI dalam menyintesis molekul dan membantu serangan biologis.

"Ya, di masa lalu, teknologi tidak pernah melakukan ini. Kali ini berbeda. Ini seperti tonggak evolusi yang membutuhkan manajemen kebijakan yang luar biasa oleh masyarakat secara keseluruhan," lanjut Gates.

Dorong Regulasi AI seperti Aturan Nuklir

Dalam tulisan di blognya, Gates mengusulkan kerangka regulasi internasional untuk AI dengan mengambil inspirasi dari inspeksi nuklir, standar penerbangan, dan perjanjian perlindungan lapisan ozon.

Ia menilai Amerika Serikat harus memimpin proses tersebut, tetapi regulasi wajib memiliki kriteria yang jelas.

Gates juga memperingatkan dampak AI terhadap pasar kerja. Ia mengusulkan pajak bagi perusahaan yang menggunakan AI untuk menggantikan tenaga manusia dan mengalokasikan hingga 40 persen pekerjaan untuk tetap dilakukan manusia.

Baca Juga: Jadwal Waktu Shalat Hari Ini Kamis, 27 Agustus 2026 Untuk Wilayah Garut dan Sekitarnya

"Tunggu sampai Anda benar-benar mengacaukan pasar kerja," kata Gates.

Meski memperingatkan risikonya, Gates tetap melihat AI sebagai teknologi penting. Yayasan yang didirikannya berencana menghabiskan USD 200 miliar hingga 2045 dan semakin meningkatkan pemanfaatan AI untuk kesehatan serta berbagai program filantropi.

Bagi Gates, tantangannya bukan menghentikan perkembangan AI, melainkan memastikan teknologi tersebut tidak berkembang tanpa kendali hingga memperbesar ketimpangan dan membahayakan masyarakat.

EDITOR: Bintang Pradewo