JawaPos.com - Detik-detik banjir bandang dan longsor menerjang kawasan perbatasan Nepal-Tibet terekam kamera. Air bercampur lumpur datang tiba-tiba dengan deras, menghantam bangunan dan membuat warga berusaha menyelamatkan diri.
Mengutip video yang resolusinya dipertajam oleh BBC, tekaman CCTV dari wilayah Tibet memperlihatkan momen ketika aliran air dan lumpur dalam jumlah besar tiba-tiba menerjang kawasan perlintasan perbatasan. Arus yang datang begitu cepat membawa material longsoran dan debris hingga menyapu area di sekitarnya.
Di sisi Nepal, rekaman lain memperlihatkan situasi yang tak kalah mencekam. Warga tampak berusaha menjauh ketika banjir mendadak membesar dan bergerak menuju kawasan permukiman.
Baca Juga: Eksplorasi Pengalaman Wisata dalam Lanskap Alam Liar, Kekayaan Budaya, dan Kota
Diberitakan sebelumnya, berdasarkan data sementara, bencana tersebut menewaskan sedikitnya 31 orang, sementara ratusan lainnya masih dinyatakan hilang. Otoritas Nepal melaporkan sebanyak 384 wisatawan masuk dalam daftar orang yang belum ditemukan.
Air Lumpur Tiba-Tiba Menerjang
Video yang beredar memperlihatkan bagaimana situasi berubah dalam waktu singkat. Kawasan yang sebelumnya terlihat normal mendadak diterjang aliran air bercampur lumpur dari arah hulu.
Derasnya arus membuat sejumlah bangunan dan infrastruktur di jalurnya tak mampu bertahan. Material yang terbawa banjir juga menghantam kendaraan dan berbagai fasilitas di sekitar sungai.
Gambar dari Nepal setelah kejadian memperlihatkan rumah yang rusak, mobil terseret arus hingga sebuah jembatan logam yang hanyut diterjang banjir. Bencana ini terjadi di kawasan Sungai Lhende Khola, anak Sungai Bhote Koshi yang mengalir di wilayah perbatasan Nepal dan Tiongkok .
Diduga Dipicu Gempa dan Longsoran
Otoritas Nepal menduga banjir bandang tersebut berkaitan dengan gempa yang memicu longsoran es dan batu di bagian hulu. Material longsoran kemudian diduga mengganggu aliran Sungai Lhende Khola dan memicu lonjakan air secara tiba-tiba ke arah hilir.
Menteri Luar Negeri Nepal mengatakan banjir kemungkinan disebabkan oleh gempa yang memicu longsoran hingga menghasilkan aliran deras. Ancaman juga belum sepenuhnya berakhir. Pejabat Nepal memperingatkan banjir dapat kembali memburuk karena aliran sungai masih terhambat di bagian hulu.
Warga di sejumlah distrik diminta menjauh dari Sungai Bhote Koshi, Trishuli dan Narayani untuk menghindari risiko banjir susulan.
384 Wisatawan Masih Hilang
Besarnya dampak bencana semakin menjadi perhatian karena kawasan tersebut merupakan jalur yang ramai digunakan wisatawan dan peziarah.
Nepal melaporkan 384 wisatawan hilang, dengan 291 di antaranya berasal dari sejumlah negara seperti India, Amerika Serikat, Inggris dan Malaysia.
Dewan Pariwisata Nepal memperkirakan sebagian besar wisatawan yang hilang merupakan warga India dan diaspora India yang sedang melakukan perjalanan ziarah menuju Gunung Kailash di Tibet, situs suci bagi umat Hindu.
Selain wisatawan, 44 personel militer dan 30 polisi Nepal juga dilaporkan hilang sementara upaya pencarian masih menghadapi tantangan berat karena lokasi bencana berada di kawasan pegunungan.