← Beranda
Harga Minyak Dunia Turun Setelah Sinyal Pembukaan Selat Hormuz
Djati WaluyoRabu, 26 Agustus 2026 | 16.51 WIB
Ilustrasi pelayaran di Selat Hormuz (Dok. JawaPos.com)

JawaPos.com - Harga minyak mentah dunia kompak melemah pada perdagangan Rabu (25/8) pagi seiringdipicu harapan baru bahwa Selat Hormuz dapat kembali dibuka.

Kondisi tersebut terjadi setelah Iran menyatakan telah melanjutkan pembicaraan dengan investor menilai dampak sanksi sekunder AS yang lebih keras terhadap Irannegara tetangganya, Oman, terkait pengelolaan jalur perairan strategis tersebut.

Melansir Investing pada pukul 08:54 WIB, kontrak berjangka minyak mentah Brent turun 0,27 poin atau 0,33 persen ke level 85,49 dollar per barel atau turun hingga 5 dollar jika dibandingkan dengan perdagangan jumat (21/8) pagi sebesar 90,57 dollar per barel.

Sedangkan minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat turun 1,80 poin atau 2,20 persen ke level 80,57 dollar per barel atau turun jika dibandingkan dengan perdagangan sehari sebelumnya sebesar 85,16 dollar per barel.

Analis Fujitomi Securities, Mitsuru Muraishi, mengatakan pasar terus bereaksi terhadap perkembangan seputar navigasi melalui Selat Hormuz, dan harapan akan kemajuan pembicaraan antara Iran dan Oman telah memicu aksi jual.

Baca Juga: Iran Tetapkan Syarat Buka Selat Hormuz, Sanksi AS dan Dana Beku Jadi Taruhan

“Meski demikian, ketidakpastian terhadap prospek ke depan telah mendorong aksi beli pada harga rendah sehingga membatasi pelemahan lebih lanjut. Harga kemungkinan akan tetap bergerak dalam rentang tertentu untuk sementara waktu,” ujar Mitsuru dilansir Reuters, Rabu (26/8).

Iran mengatakan telah memulai kembali pembicaraan dengan Oman untuk mengelola Selat Hormuz di tengah meningkatnya tekanan ekonomi dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Iran dan Oman telah melakukan pembicaraan yang berlangsung putus-sambung selama beberapa pekan terkait pengendalian lalu lintas di jalur perairan tersebut. Sebelum perang dimulai pada Februari, Selat Hormuz menjadi jalur bagi sekitar seperlima pengiriman minyak dan gas alam cair global.

Kedua negara pada Selasa menyatakan telah membahas “koridor navigasi sementara bersama” melalui selat tersebut dan sepakat untuk membersihkannya dari ranjau.

Di tengah ketegangan yang masih berlangsung, Amerika Serikat mulai mengirim kembali personel ke sejumlah misi diplomatik di Timur Tengah yang sebelumnya dievakuasi atau mengurangi operasinya akibat meningkatnya ketegangan dengan Iran, menurut dua sumber yang mengetahui persoalan tersebut kepada Reuters.

Langkah tersebut menunjukkan Washington melihat risiko eskalasi konflik dengan Iran dalam waktu dekat mulai berkurang, meskipun beberapa kedutaan pada tahap awal masih akan beroperasi dengan kapasitas di bawah kondisi normal.

Pada Senin, Washington memperluas sanksi yang bertujuan memutus sumber kehidupan ekonomi Iran. AS juga mengancam akan menghukum negara-negara yang tetap melakukan bisnis dengan Teheran, meskipun menyatakan belum akan langsung memberlakukan hukuman tersebut.

Secara terpisah, sebuah kapal tanker minyak pada Selasa dilaporkan terkena proyektil tak dikenal dan mengalami kerusakan sekitar 9 mil laut atau 17 kilometer di timur laut Ash Shishah, Oman, yang berada di pintu masuk Selat Hormuz. Informasi tersebut disampaikan United Kingdom Maritime Trade Operations.

Di Amerika Serikat, American Petroleum Institute (API) melaporkan persediaan minyak mentah meningkat sekitar 4,2 juta barel pada pekan yang berakhir 21 Agustus, menurut sumber pasar.

Angka tersebut jauh di atas perkiraan rata-rata analis yang disurvei Reuters, yakni kenaikan sekitar 600.000 barel. Data resmi dari Energy Information Administration (EIA), badan statistik di bawah Departemen Energi AS, dijadwalkan dirilis pada Rabu pukul 10.30 waktu setempat atau 14.30 GMT.

 

EDITOR: Mohamad Nur Asikin