JawaPos.com - Seorang siswa taman kanak-kanak (TK) berusia enam tahun di Visakhapatnam, Andhra Pradesh, India, meninggal dunia setelah diduga mengalami kekerasan dari gurunya di dalam kelas.
Rekaman CCTV yang memperlihatkan anak tersebut ditampar gurunya kini menjadi sorotan, sementara penyebab pasti kematiannya masih menunggu hasil pemeriksaan post-mortem.
Dilansir dari Maktoob, Sabtu (22/8), anak bernama Pranay Teja itu merupakan siswa tingkat akhir taman kanak-kanak atau Upper Kindergarten (UKG) di Little Gardens School. Ia dinyatakan meninggal dunia di King George Hospital pada Kamis lalu.
Keluarga dan kerabat Pranay kemudian menggelar protes di luar rumah sakit. Mereka menduga tindakan kekerasan yang dilakukan guru berkaitan dengan kematian anak tersebut.
Namun, hingga kini hubungan langsung antara dugaan kekerasan dan kematian Pranay belum dapat dipastikan.
Pemeriksaan post-mortem telah dilakukan dan jenazah sudah diserahkan kepada keluarga, tetapi laporan yang menjelaskan penyebab medis kematian masih ditunggu.
CCTV Rekam Dugaan Kekerasan di Kelas
Kasus ini mencuat setelah rekaman CCTV dari ruang kelas beredar di media sosial. Dalam rekaman tersebut, seorang guru terlihat berusaha melepas pakaian Pranay saat memeriksa pekerjaan rumahnya.
Pranay tampak menangis dan menggerakkan tangannya seolah meminta guru tersebut berhenti. Tak lama kemudian, guru terlihat mengatakan sesuatu sebelum menampar wajah anak itu.
Beberapa saat setelahnya, Pranay terlihat seperti kehilangan tenaga dan bersandar kepada gurunya.
Rekaman tersebut menjadi bagian penting yang disorot dalam penyelidikan. Meski demikian, rekaman CCTV saja belum menjelaskan penyebab medis kematian anak tersebut.
Sebelumnya, pejabat setempat sempat menyampaikan kemungkinan bahwa kepanikan atau tekanan emosional ekstrem dapat memicu serangan jantung. Namun, dugaan tersebut belum ditetapkan sebagai penyebab kematian dan masih menunggu hasil pemeriksaan resmi.
District Education Officer Visakhapatnam Prem Kumar mengatakan pihaknya menerima informasi mengenai kejadian tersebut pada Kamis malam. Dinas pendidikan kemudian segera mengirim ambulans ke sekolah.
Namun, ketika informasi lebih lanjut diterima, Pranay telah meninggal dunia.
"Sebuah insiden yang parah dan tragis terjadi di Little Garden School. Seorang siswa UKG secara tak terduga meninggal karena serangan fisik oleh seorang guru," kata Kumar.
Ia mengatakan pihaknya akan menyampaikan laporan terperinci kepada pejabat yang lebih tinggi dan memastikan adanya tindakan terhadap pihak yang bertanggung jawab.
"Tindakan tegas akan diambil terhadap guru yang terlibat serta manajemen sekolah," lanjutnya.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa penyelidikan tidak hanya diarahkan kepada guru yang diduga melakukan kekerasan, tetapi juga mencakup pengelola sekolah.
Polisi telah mendaftarkan laporan atau FIR terhadap Little Garden School di kawasan One Town, Visakhapatnam, berdasarkan pengaduan orang tua Pranay.
Kasus tersebut diproses berdasarkan Section 194 Bharatiya Nagarik Suraksha Sanhita (BNSS) terkait kematian anak tersebut. Polisi mengatakan informasi lebih lanjut akan disampaikan setelah penyelidikan dan laporan post-mortem selesai.
Andhra Pradesh School Education Department juga telah membentuk tim penyelidikan beranggotakan tiga pejabat. Mereka terdiri dari Regional Joint Director, District Education Officer, dan Revenue Divisional Officer.
Tim tersebut ditugaskan untuk mengusut rangkaian kejadian di sekolah serta mencari tahu faktor yang berkaitan dengan kematian Pranay.
Keluarga korban sendiri meminta penyelidikan menyeluruh dan tindakan tegas terhadap pihak yang terbukti bertanggung jawab.