← Beranda
Donald Trump Mau Ketemu Kim Jong Un Sebelum Akhir Tahun, Ada Apa?
AntaraKamis, 20 Agustus 2026 | 15.29 WIB
Presiden Donald Trump berjalan menuruni tangga saat berhenti untuk beralih ke Air Force One yang diberikan Qatar setelah partisipasinya dalam pertemuan puncak para pemimpin NATO di Turki di RAF Mildenhall di Suffolk, Inggris, pada 8 Juli. (Jonathan Ernst/Reuters)

 

JawaPos.com - Presiden AS Donald Trump pada Rabu mengatakan ingin mengadakan pertemuan langsung dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un sebelum akhir tahun ini, dikutip dari ANTARA.

Trump, yang telah melakukan pendekatan diplomatik dengan Kim sejak awal pekan ini, juga mengatakan kepada wartawan bahwa Korut memiliki "57 senjata nuklir yang sangat kuat."

Pernyataan tersebut dia sampaikan saat dirinya juga tengah berusaha bernegosiasi dengan Iran terkait isu nuklir dan isu lainnya.

Baca Juga: Donald Trump secara Tegas, Mengancam Akan Deklarasikan Selat Hormuz sebagai Wilayah Amerika Serikat

"Seharusnya hal itu jangan pernah dibiarkan terjadi. Jika saya seorang presiden [saat itu], saya tidak akan mengizinkannya, tetapi dia memilikinya," kata Trump, saat berbicara tentang pemimpin Korut tersebut dan persenjataan Pyongyang.

Trump mengatakan dia tidak bisa membiarkan Iran memperoleh senjata nuklir, tetapi situasi yang melibatkan Kim "akan baik-baik saja" selama AS memiliki "presiden yang cerdas."

Ketika ditanya tentang kemungkinan bertemu dengan Kim pada akhir tahun 2026, Trump mengatakan, "Ya, saya akan bertemu," tanpa memberikan rincian, termasuk apakah dia telah berkirim surat dengan pemimpin Korut tersebut.

Baca Juga: Donald Trump Bantah Kondisi Kapal Induk USS Abraham Lincoln Memburuk, Wartawan CNN Kena Semprot

Korut telah lama ingin diakui sebagai negara bersenjata nuklir, dan menuntut status tersebut sebagai salah satu prasyarat untuk melanjutkan kembali perundingan dengan Washington.

Pada 2018, Trump menjadi presiden AS petahana pertama yang bertemu dengan pemimpin Korut itu ketika ia berjabat tangan dengan Kim di Singapura. Saat itu, kedua pemimpin sepakat bekerja sama untuk mengupayakan denuklirisasi total Semenanjung Korea.

Trump mengadakan dua pertemuan tatap muka lagi dengan Kim pada tahun berikutnya, tetapi kedua pihak akhirnya pulang dengan tangan kosong, dan Korut terus meningkatkan kemampuan rudal dan nuklirnya.

Baca Juga: Iran-Oman Sepakati Jalur Baru Hormuz, Trump Ancam Bom jika Kesepakatan Ganggu Negosiasi AS

Dalam konferensi pers terpisah pada Rabu sore di Gedung Putih, Trump menghindari pertanyaan tentang apakah tujuannya melanjutkan diplomasi dengan Korut masih untuk mendorong denuklirisasi negara tersebut.

Lembaga Penelitian Perdamaian Internasional Stockholm meyakini bahwa Korut telah merakit sekitar 60 hulu ledak nuklir dan memiliki cukup bahan fisil untuk membuat sedikitnya 30 hulu ledak lagi.

Trump mengklaim bahwa Kim menyukai dirinya, dan hubungan persahabatan antara AS dan Korut akan menguntungkan seluruh dunia.

"Saya pikir negara kita, dan saya pikir negara-negara lain, terus terang, baik itu Jepang atau Korea Selatan, akan jauh lebih aman jika saya menjadi presiden," katanya.

EDITOR: Banu Adikara