← Beranda
Roda Pendaratan Pesawat F-15 Jepang Patah, Landasan Bandara Naha Lumpuh 4 Jam
Dhimas GinanjarRabu, 19 Agustus 2026 | 16.09 WIB
Foto yang diambil pada 18 Agustus 2026 memperlihatkan pesawat tempur F-15 milik Pasukan Bela Diri Udara Jepang diangkat menggunakan derek di Bandara Naha, Prefektur Okinawa, Jepang bagian selatan. (Kyodo)

JawaPos.com - Jet tempur F-15 milik Pasukan Bela Diri Udara Jepang (ASDF) mengalami kerusakan saat mendarat di Bandara Naha, Okinawa, Selasa (18/8). Insiden itu membuat salah satu landasan bandara ditutup selama sekitar empat jam.

Tidak ada korban luka dalam kejadian tersebut. Jet F-15 yang berbasis di Pangkalan Udara Naha itu dilaporkan tidak dapat bergerak setelah mendarat karena roda pendaratan utama sebelah kiri patah.

Menurut kantor Bandara Naha dari Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, Transportasi dan Pariwisata Jepang, Landasan B ditutup mulai sekitar pukul 12.55 waktu setempat. Operasional baru kembali normal sekitar empat jam kemudian.

Bandara Naha menggunakan dua landasan untuk penerbangan sipil dan pesawat militer Pasukan Bela Diri Jepang. Setelah insiden, pesawat penumpang tetap menggunakan Landasan A, tetapi terjadi keterlambatan pada kedatangan dan keberangkatan.

Menurut sumber pemerintah, F-15 tersebut baru saja kembali dari misi scramble sebelum mengalami masalah. Pesawat terlihat dalam posisi miring ke kiri setelah roda pendaratan utamanya di sisi kiri mengalami kerusakan.

Kantor Bandara Naha mengatakan pihaknya segera mendapat laporan dari ASDF setelah pesawat mendarat. Saat itu, pihak militer menyampaikan telah terjadi "masalah saat pendaratan."

Jet tempur tersebut kemudian dievakuasi dari landasan menggunakan crane dan diangkut dengan truk.

Gubernur Okinawa Denny Tamaki menyebut insiden tersebut "sangat mengecewakan". Dia mendesak penyelidikan segera dilakukan untuk mengetahui penyebab kejadian sekaligus memastikan langkah pencegahan agar insiden serupa tidak terulang.

Seperti dilansir Kyodo, Rabu (19/8), Landasan B Bandara Naha yang terdampak insiden tersebut telah digunakan sejak Maret 2020.

EDITOR: Dhimas Ginanjar