JawaPos.com - Utusan Khusus Amerika Serikat Jared Kushner dan Kepala otoritas Israel Benjamin Netanyahu menyepakati langkah lanjutan dalam rencana gencatan senjata di Gaza, termasuk peluang untuk melanjutkan pelaksanaan kesepakatan tersebut.
"Kami sepakat dengan Netanyahu mengenai langkah ke depan. Pihak Israel akan memberikan kesempatan. Kini giliran Hamas menunjukkan apakah mereka benar-benar berniat mematuhi kesepakatan," kata seorang pejabat Board of Peace yang dikutip The Jerusalem Post, dilansir dari Antara, Selasa (18/8).
Reuters kemudian melaporkan, dengan mengutip sejumlah sumber, bahwa Kushner dan Netanyahu sepakat perlucutan senjata Hamas harus dilakukan sebelum pembangunan kembali Jalur Gaza.
Netanyahu juga dilaporkan menyepakati pembentukan kelompok kerja mengenai perlucutan senjata dan demiliterisasi, serta kesehatan masyarakat di Gaza.
Pertemuan Kushner dan Netanyahu berlangsung selama sekitar empat jam.
CNN sebelumnya melaporkan bahwa Kushner mendesak Israel mendukung rencana gencatan senjata yang diusulkan AS dan tidak "menciptakan hambatan".
Namun, Netanyahu dilaporkan menilai pelaksanaan rencana tersebut "bermasalah" karena Israel akan menggelar pemilu pada akhir Oktober.
Pada 9 Oktober 2025, Israel dan Hamas, melalui mediasi Mesir, Qatar, AS, dan Turki, sepakat melaksanakan tahap pertama rencana perdamaian yang diajukan Presiden Donald Trump.
Gencatan senjata mulai berlaku di Jalur Gaza sehari kemudian. Berdasarkan kesepakatan tersebut, pasukan Israel mundur ke garis yang disebut Garis Kuning dan tetap menguasai lebih dari 50 persen wilayah Gaza.
Baca Juga: Sekjen PBB Guterres Kembali Desak Iran-AS Berunding
Pada akhir Juli, Board of Peace mengumumkan Hamas menyetujui peta jalan untuk melaksanakan tahap lanjutan kesepakatan gencatan senjata di Jalur Gaza.
Rencana tersebut mencakup pengalihan kendali Gaza secara bertahap kepada Komite Nasional untuk Administrasi Gaza, dengan badan khusus yang dibentuk untuk memantau pelanggaran oleh Hamas dan Israel.